NTT AKTUAL. KUPANG. Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana). Arleen Theodora Pah, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), resmi terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) tahun 2026.
Sebagai bagian dari apresiasi atas keberhasilan tersebut, Arleen berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan eksklusif serta kunjungan kerja (office tour) ke kantor Google Indonesia di Jakarta pada 22 hingga 25 April 2026 lalu.
Jembatan Teknologi Global di Lingkungan Kampus
Program Google Student Ambassador merupakan inisiatif tahunan yang dirancang untuk menjembatani ekosistem teknologi global dengan dunia perguruan tinggi. Sebagai duta terpilih, Arleen akan mengemban tugas selama satu tahun ke depan untuk memperkenalkan dan mendampingi rekan mahasiswa dalam mengoptimalkan berbagai produk Google guna mendukung aktivitas akademik.
Terpilihnya mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini tergolong istimewa mengingat ketatnya proses seleksi nasional yang menguji kepemimpinan, kreativitas, hingga visi digital para pelamar.
Proses Seleksi yang Kompetitif
Perjalanan Arleen menuju seragam duta Google tidaklah instan. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi yang menantang, mulai dari penilaian rekam jejak organisasi hingga pengujian kecerdasan visi kepemimpinan di era digital. Keberhasilannya membuktikan bahwa mahasiswa dari wilayah Indonesia Timur memiliki daya saing yang setara dengan universitas besar lainnya di Indonesia.
“Dunia kerja saat ini tidak lagi menanyakan dari mana kita berasal, melainkan seberapa besar tekad kita untuk terus bertumbuh. Anak muda dari NTT sangat mampu mewarnai panggung global selama ada kemauan untuk mencoba,” ungkap Arleen, yang akrab disapa Jeje.
Misi Literasi Digital di Undana
Melalui peran barunya, Arleen berkomitmen untuk mengedukasi dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa Undana agar melek digital dan siap terjun ke dunia profesional. Ia berencana mengadakan serangkaian program literasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa Undana lainnya untuk lebih berani mengambil kesempatan internasional. Arleen berpesan agar rekan-rekan mahasiswa tidak takut mendaftar pada program-program bergengsi, selama dibarengi dengan persiapan diri yang matang, aktif berorganisasi, serta pembangunan jejak digital yang positif.
Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Administrasi Bisnis Undana dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi dan kebutuhan industri global di masa depan. (*Undana/NA)





