NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. “Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekedar perayaan yang dirayakan setiap tahun, tetapi bagaimana memelihara ketaatan, pengorbanan untuk bisa berbagi dengan sesama serta saling melengkapi,”
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat memberikan bantuan sapi kurban di Masjid Al Fatah Kelurahan Solor Kota Kupang Selasa (26/Mei/2025). Hadir pula pada kesempatan ini Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja.
Wali Kota Kupang mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang memberikan 15 sapi kurban, dan dua sapi dari Pemerintah Provinsi NTT dan bantuan dari Presiden dua sapi kurban.
Dirinya berterimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberikan bantuan sapi kurban di Kota Kupang.
“Bagi saya hari raya Idul Adha bukan hanya perayaan hewan kurban, tetapi diingatkan tentang keiklasan, pengorbanan, dan ketaatan. Keiklasan yaitu dimana kita melepaskan ego masing-masing, untuk berbagi dengan sesama kita,” ujar Wali Kota Christian.
Dirinya menambahkan pada dasarnya pembangunan di Kota Kupang tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung atau infrastruktur saja, tetapi membangun kota juga adalah membangun sumber daya manusia yang baik, membangun pendidikan yang berkualitas dan juga pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja mengatakan kalau di momentum merayakan hari raya Idul Adha ini, DPRD Kota Kupang tentunya bersama Pemerintah, memastikan agar perayaan Idul Adha di Kota Kupang berjalan dengan baik, dan semua masjid bisa mendapatkan hewan kurban.
Richard Odja berkata kalau Idul Adha merupakan momentum untuk berbagi dengan sesama, dan mendekatkan satu dengan yang lain, serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.
Politisi Gerindra ini mengaku akan terus berupaya sehingga keberpihakan anggaran itu selalu memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Sama seperti yang disampaikan Wali Kota, bahwa membangun daerah bukan hanya tentang gedung fisik dan insfrastruktur fisik saja, namun bagaimana pemerintah dan lembaga legislatif bisa memberikan perhatian pada pembangunan sumber daya manusia.
“Salah satunya agar bersama-sama merawat toleransi dan keberagaman di Kota Kupang, menjadikan Kota Kupang sebagai Kota paling toleran,” kata Richard.
Ketua Yayasan Masjid Al Fatah Solor, Ibnu Manan, mengatakan, bahwa masjid ini merupakan Masjid pertama di pulau Timor.
Atas kehadiran langsung dari Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Kupang, tentunya pihaknya semua sangat senang dan berterimakasih atas bantuan dan kunjungan ini.
“Untuk Wali Kota Kupang diharapkan dapat lebih memberikan perhatian, sehingga Kota Kupang selalu menjadi Kota terindah toleransi,” ucapnya. (*/NA)





