Turunkan Stunting, Pemkab TTS Gandeng PT Asuransi Jasindo Gelar Penyaluran Bantuan Pangan Bergizi

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe saat foto bersama dengan jajaran

NTT AKTUAL. SOE. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (Pemkab TTS) semakin gencar melakukan penurunan stunting dengan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melalui kegiatan Narasemesta dan penyaluran bantuan pangan bergizi kepada ibu hamil dan balita serta bantuan alsintan dan kepada kelompok tani.

Kegiatan tersebut mengusung tema Cegah Stunting Melalui Cipta Generasi Sehat dan Edukasi Pangan Bergizi, yang diselenggarakan di taman wisata Benteng None di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS pada Jumat (01/Mei/2025).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan ini Bupati TTS, Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Pimpinan Asuransi Jasindo Kupang, Asisten I Setda TTS, Camat dan Forkopimda Kecamatan Kuatnana, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani, kader posyandu dan masyarakat sekitar.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe saat foto bersama dengan jajaran PT Asuransi Jasindo dan unsur Forkopimda Kecamatan Kuatnana. Dok : Miel Teftae/NTT Aktual

Dalam kegiatan tersebut Pemkab TTS berkolaborasi dengan PT Asuransi Jasindo menyalurkan paket bantuan berupa sembako untuk anak dengan kategori stunting dan ibu hamil KEK, 2 unit cultivator dan benih sayuran untuk kelompok tani, 1 paket alat dan bahan tenun untuk kelompok tenun, 153 ekor ayam petelur untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan, asuransi kecelakaan gratis untuk anak stunting, serta bantuan alat ukur dan alat timbang untuk Posyandu.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe dalam sambutanya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keterlibatan PT Asuransi Jasindo dalam penanganan masalah gizi di TTS.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten TTS, kami sampaikan apresiasi yang tinggi disertai terima kasih kepada PT Asuransi Jasindo atas kepedulian dan komitmen untuk ikut andil dalam penanganan stunting di Kabupaten TTS,” ucap Bupati TTS.

Lebih lanjut, Bupati TTS menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah semata, tetapi diperlukan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. “Kita tahu bahwa masalah stunting bukan sekedar masalah kurang tinggi badan, tetapi mencakup kualitas hidup manusia. Anak yang stunting beresiko memiliki tingkat kecerdasan yang tidak maksimal dan rentan, sehingga bantuan yang disalurkan harus dilihat sebagai wujud investasi sosial yang sangat bernilai bagi masyarakat khususnya di Desa Tetaf. Itu sebabnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah semata, tetapi diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak, baik swasta, akademisi, komunitas, media, dan tentu saja dunia usaha,” tegasnya.

Menurut Bupati TTS, langkah kolaboratif ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka prevalensi stunting yang ditargetkan mencapai 41,5% pada tahun 2025, dan berlanjut ke penurunan yang lebih signifikan pada 2026. Melalui sinergi ini, Pemkab TTS berharap angka stunting dapat terus menurun, menyusul tren positif dimana angka stunting di beberapa wilayah terus menurun berkat kolaborasi dan komitmen intervensi gizi secara spesifik.

Di akhir sambutannya, Bupati TTS menitipkan amanah sekaligus harapan agar bantuan yang disalurkan kepada masyarakat tepat sasaran terutama ibu hamil dan balita.

“Saya titipkan amanah ini, diharapkan agar bantuan ini diterima tepat sasaran, terutama ibu hamil dan balita yang membutuhkan. Semoga dengan ini PT Jasindo semakin mendukung program pemerintah yang sudah ada dan memberikan dampak nyata pada penurunan stunting di wilayah Kabupaten TTS,” harapnya.

Kepada dinas terkait seperti Dinas P2KB, Dinas Kesehatan, dan Dinas TPHP untuk turut memantau dan memastikan pendistribusian bantuan ini berjalan dengan baik dan lancar serta sinkron dengan program pemerintah, sehingga tidak ada yang tumpang tindih, pungkasnya.

Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Jasindo, Dewi Utari pada kesempatan itu menegaskan komitmen bahwa program ini akan dilakukan secara konsisten, bukan sekadar sekali jalan, untuk memastikan intervensi gizi memberikan dampak nyata pada tumbuh kembang anak.

“Narasemesta adalah salah satu program Jasindo yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab sosial, yang berfokus pada pelaksanaan edukasi dan penyelematan lingkungan secara berkelanjutan,” tegas Dewi Utari.

Sementara Camat Kuatnana, Patris Th.B. Halla dalam laporannya menguraikan data stunting tahun 2026 sebesar 47,48% dari jumlah sasaran intervensi sebanyak 1.470 anak yang ditimbang di 33 Posyandu dalam wilayah Kecamatan Kuatnana. Sedangkan data dari 8 Posyandu khususnya di Desa Tetaf dilaporkan sebanyak 184 dari 402 sasaran atau sebesar 36,81%.

Dalam kesempatan itu, Camat Kuatnana juga menyampaikan terima kasih atas sejumlah paket bantuan yang disalurkan kepada masyarakat, sekaligus harapan agar PT Asuransi Jasindo menjadikan Tetaf sebagai basis program kolaborasi pencegahan stunting.

“Atas nama masyarakat, saya sampaikan terima kasih kepada Jasindo yang sudah memilih Tetaf sebagai desa binaaan. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati bersama jajaran Pemkab TTS yang berkenan hadir pada kesempatan ini. Bagi kami, kehadiran Bapak Bupati membawa semangat dan motivasi kepada kami untuk terus bekerja menangani masalah stunting di Kecamatan Kuatnana khususnya di Desa Tetaf. Besar harapan kami, kiranya PT Jasindo tetap ada disini, memfokuskan semua program di Desa Tetaf,” ujarnya.

Pantauan NTT Aktual, kegiatan Narasemesta dan penyaluran paket bantuan dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir pada sekitar pukul 13.00 Wita. Acara diawali dengan seremonial penerimaan secara adat oleh masyarakat dan pemerintah setempat, dilanjutkan dengan sambutan dan arahan-arahan, penyerahan paket bantuan kepada masyarakat, pengobatan gratis, dan ditutup dengan makan siang bersama. (NA)

Penulis : Miel Teftae 

Editor : Nataniel Pekaata 

Pos terkait