Sertijab Lima Camat di TTS, Ketua FPDT: Bukti Reformasi Birokrasi Berjalan di Daerah

Oplus_131072

NTT AKTUAL. SOE. Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP.,SH.,MH memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat secara serentak yang berlangsung di aula Mutis Kantor Bupati TTS, Rabu (22/April/2026). Sertijab dilakukan terhadap lima orang Camat, yang sebelumya diambil sumpah dan dilantik dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab TTS pada Kamis (16/April/2026).

Tampak hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Seperius Edison Sipa, para Asisten Setda, Staf Ahli, Pimpinan OPD. Hadir pula unsur Forkopimda, TP PKK dan Dharma Wanita Kabupaten TTS.serta tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Adapun lima Camat yang diserahterimakan antara lain:

1. Agustinus A. Kalumbang, S.IP, sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten TTS resmi menjabat Camat Kokbaun, menggantikan Isak Gamileal Bien, SP;

2. Soni Benu, S.ST, sebelumnya menjabat Sekretaris Camat (Sekcam) KiE resmi menjabat Camat Kie, menggantikan Zemri Rufus I. Tualaka, S.IP;

3. Sefdinus M.I. Banunaek, S.Pi, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi pada Dinas Perhubungan Kabupaten TTSresmi menjabat Camat Boking, menggantikan Elam E.E. Metkono, SH;

4. To Yusmin T. Oematan, S.TP, sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Setda Kabupaten TTS resmi menjabat Camat Polen, menggantikan Albert Leksi Liu, S.Sos;

5. Elam E.E. Metkono, SH, sebelumnya menjabat Camat Boking resmi menjabat Camat Nunkolo, menggantikan Agustinus Neonane, S.TP yang memasuki masa pensiun;

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe dalam arahannya menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, dan profesionalisme bagi para camat yang baru dilantik. Bupati Buce Lioe (sapaan akrab Eduard Markus Lioe) pada kesempatan itu meminta agar para camat segera menyesuaikan diri dan proaktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah masing-masing. “Camat adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat kecamatan. Saya minta camat yang baru segera turun lapangan, pahami kebutuhan masyarakat, dan tingkatkan kolaborasi dengan TP PKK Kecamatan,” tegas Bupati Buce.

Bersamaan dengan Sertijab Camat, dilakukan pula serah terima jabatan Ketua TP PKK Kecamatan di lima kecamatan tersebut yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten TTS, guna memastikan kesinambungan program pemberdayaan masyarakat dan 10 Program Pokok PKK tetap terselenggara.

Terpisah, Ketua Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) Dony E. Tanoen, SE menyatakan dukungan penuh terhadap langkah reformasi birokrasi yang ditandai dengan serah terima jabatan secara serentak di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. “Momentum ini harus menjadi titik awal pembenahan total, bukan sekadar rotasi rutin. Kami berharap reformasi birokrasi ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi harus diimplementasikan dalam kerja nyata. Setiap pejabat yang dilantik wajib menunjukkan kinerja yang baik, kreatif dan inovatif, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik sebab rakyat butuh pelayanan yang berorientasi pada kepuasan bukan dilayani dengan prosedur berbelit,” tegas Dony.

Dalam rilisnya, FPDT secara khusus menyoroti perlunya pendelegasian kewenangan agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Salah satu contoh yang diusulkan adalah pendelegasian tugas verifikasi dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban dana desa (DD) dari Dinas PMPD ke tingkat kecamatan. “Secara kelembagaan, kedudukan kecamatan adalah OPD dan Camat adalah perpanjangan tangan Bupati di wilayah dan di setiap kecamatan sudah ada Kasi PMD juga ada pendamping di tingkat kecamatan. Jika verifikasi dilakukan di kecamatan, seluruh desa cukup berkumpul di kantor camat masing-masing. Ini jauh lebih efektif dan efisien setelah verivikasi Tinggal naik ke dinas BPMPD untuk posting dibanding semua desa harus ke Soe. Hemat waktu, biaya, dan tenaga,” sambung Ketua FPDT.

Lebih lanjuit, Dony menyatakan FPDT akan terus mengawal jalannya reformasi birokrasi di TTS. “Perlu kami tegaskan juga bahwa ukuran keberhasilan tidak terletak pada berapa banyak pejabat yang dilantik, tapi seberapa besar perubahan dirasakan masyarakat di 32 kecamatan dan 266 desa di TTS,” tutup Dony.

Pantauan NTT Aktual, acara sertijab ditutup dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama dan ucapan selamat dari seluruh undangan. (NA)

Penulis : Miel Teftae 

Editor : Nataniel Pekaata 

Pos terkait