Perkuat Pembangunan Daerah, UNDANA Gandeng Kabupaten Rote Ndao dan UNSTAR

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya sebagai “menara air” bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Undana, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan Universitas Nusa Lontar (Unstar) di Gedung Rektorat Undana, Rabu (13/Mei/2026).

Dalam momentum strategis tersebut, Undana mengalokasikan bantuan dana melalui program “Riset Berdampak” senilai Rp1 miliar untuk Kabupaten Rote Ndao. Dana ini diarahkan khusus untuk mendukung penelitian potensi unggulan daerah, termasuk pengembangan komoditas lokal seperti Domba Rote dan sektor strategis lainnya.

Bacaan Lainnya

Riset Berbasis Solusi dan Inovasi

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pembangunan di wilayah kepulauan. Menurutnya, riset yang didanai tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan.

“Kami berharap riset ini menghasilkan solusi nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. Sebagai PTN terbesar di NTT, Undana memiliki tanggung jawab moral untuk mengoptimalkan potensi Rote Ndao di sektor pariwisata, pertanian, hingga kelautan melalui inovasi,” ujar Prof. Jefri.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Undana untuk menjawab kompleksitas kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. “Seluruh kabupaten/kota di NTT harus berkolaborasi dengan Undana jika ingin memajukan kualitas SDM daerahnya,” tegas Paulus.

Penguatan SDM ASN melalui Jalur Khusus Pascasarjana

Selain sektor riset, kolaborasi ini menyasar peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Rote Ndao. Direktur Pascasarjana Undana, Dr. Hamza Wulakada, M.Si., menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyelenggarakan kelas khusus bagi para pejabat dan staf Pemkab Rote Ndao yang ingin melanjutkan studi magister (S2).

Guna memberikan fleksibilitas bagi para pekerja, Undana menawarkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di mana pengalaman kerja dan sertifikasi kompetensi dapat dikonversi menjadi kredit akademik. Selain itu, sistem Pembelajaran Tatap Muka Campuran (Hybrid) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga disiapkan untuk memudahkan akses tanpa meninggalkan tugas kedinasan.

“Kualitas tetap menjadi prioritas utama. Melalui sistem RPL, kita menargetkan dua tahun ke depan SDM dari Rote Ndao dapat lulus tepat waktu dan kembali memperkuat birokrasi daerah,” kata Dr. Hamza.

Sinergi Antar-Perguruan Tinggi di Beranda Selatan

Penandatanganan MoU ini juga melibatkan Universitas Nusa Lontar (Unstar) sebagai institusi pendidikan tinggi yang berbasis di Rote Ndao. Rektor Unstar, Daniel Babu, S.H., M.Hum., mengakui bahwa dukungan Undana merupakan motivasi besar bagi pihaknya untuk terus berkembang di tengah keterbatasan sumber daya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Unstar, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berencana menghibahkan pembangunan gedung perpustakaan bagi kampus paling selatan di Indonesia tersebut.

Sinergi trilateral ini diharapkan menciptakan ekosistem pembangunan yang terintegrasi antara kebijakan pemerintah, inovasi akademik, dan implementasi masyarakat. Langkah ini sekaligus memantapkan posisi Undana dalam memperluas jejaring kemitraan serupa ke berbagai kabupaten lain di wilayah Nusa Tenggara Timur. (*Undana)

Pos terkait