FKKH Undana Terpilih jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Simposium Internasional AJIVE Ke-10

NTT AKTUAL. KUPANG. Fakultas Kedokteran dan Keperawatan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simposium Internasional Association Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) Ke-10. Ajang ilmiah berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian acara bergengsi ini dibuka melalui perhelatan jamuan makan malam (Gala Dinner) di Grha Auditorium Nusa Cendana, Kupang, Jumat (5/Juni/2026) malam. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., Sekretaris Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., Ph.D., serta jajaran delegasi akademisi kedokteran hewan dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dan Jepang.

Bacaan Lainnya

Sinergi Akademis Global Melalui Pendekatan One Health

Mengusung tema “Strengthening AJIVE Collaboration in Sustaining Animal Health”, simposium satu dekade ini menjadi wadah strategis bagi para ilmuwan, peneliti, dan praktisi veteriner kedua negara. Fokus utama pertemuan adalah menyelaraskan riset jangka panjang guna menjawab tantangan penyakit hewan menular serta ketahanan pangan.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa momentum satu dekade persahabatan ilmiah ini sangat krusial bagi Undana untuk menyerap transformasi ilmu pengetahuan dari Jepang. Khususnya, dalam memajukan kesehatan hewan terapan melalui pendekatan konsep One Health—sebuah konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara holistik.

“Simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi riset jangka panjang yang berdampak pada kesejahteraan manusia dan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam menjawab tantangan nyata kesehatan hewan di wilayah NTT,” urai Prof. Jefri.

Jembatan Solutif bagi Peternakan di Nusa Tenggara Timur

Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kota Kupang. Mewakili Walikota, Asisten Pemerintahan dan Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran para pakar veteriner lintas negara ini merupakan kehormatan besar sekaligus peluang emas bagi daerah. Pemerintah berharap simposium ini dapat menjadi jembatan sains untuk mengurai berbagai problem endemik kesehatan ternak yang selama ini dihadapi para peternak di wilayah NTT.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, menambahkan bahwa selain aspek akademis, gala dinner pembuka ini sengaja didesain untuk mencairkan sekat komunikasi dan membangun kepercayaan (trust) antardelegasi sebelum masuk ke dalam sidang-sidang ilmiah yang padat. Kemeriahan pembukaan secara simbolis ditandai dengan penukaran cendera mata dan pementasan seni budaya etnik oleh mahasiswa FKKH Undana.

Akselerasi Status Lumbung Ternak Nasional

Urgensi dari penunjukan Undana sebagai episentrum AJIVE ke-10 ini adalah komitmen nyata sektor akademik untuk melakukan intervensi sains terhadap komoditas peternakan di NTT. Sebagai wilayah yang mengandalkan sektor peternakan sebagai pilar ekonomi, introduksi teknologi dan metode pencegahan penyakit hasil rumusan simposium ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret.

Melalui semangat sinergi Indonesia-Jepang, standardisasi kesehatan hewan di NTT ditargetkan dapat meningkat pesat demi menjamin keamanan pangan hewani sekaligus mendongkrak kesejahteraan peternak lokal. (*Undana/NA)

Pos terkait