NTT AKTUAL. KUPANG. Ekonomi NTT triwulan III-2026 tumbuh sebesar 4,71 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (y-on-y). Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 19,30 persen.
Data resmi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (05/November/2026) juga menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 13,48 persen.
Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2026 mencapai Rp 40,49 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,43 triliun.
Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan III-2026 mengalami kontraksi sebesar 2,05 persen. Dari sisi lapangan usaha, lapangan usaha dengan kontraksi paling dalam adalah lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10,22 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi terdalam yaitu kontraksi sebesar 13,16 persen.
Perekonomian NTT pada Triwulan I–III 2026 tumbuh sebesar 5,01 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 21,35 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 13,74 persen.
Struktur Ekonomi NTT pada triwulan III-2026 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 27,00 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 64,03 persen. (*/NA)





