NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Pekan Paralimpiade Provinsi (PEPARPROV) NTT Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur. Pembukaan berlangsung di Hotel Papa Jhons – Kota Kupang, Rabu (4/November/2026) malam dan ditandai dengan lima kali ketukan palu oleh Gubernur NTT.
PEPARPROV NTT 2026 mengusung tema “Menembus Keterbatasan, Taklukkan Dunia Lewat Prestasi”. Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 November 2026 ini menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan olahraga yang inklusif sekaligus membuka ruang bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi terbaik mereka.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa penyelenggaraan PEPARPROV merupakan babak baru yang progresif dalam pembangunan keolahragaan di NTT. Menurutnya, olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi manusia tanpa memandang keterbatasan fisik maupun intelektual.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) NTT, pelatih, ofisial, serta para atlet yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan olahraga yang inklusif membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, maupun komunitas pemerhati disabilitas.
Semangat tersebut, lanjut Gubernur, sejalan dengan Dasa Cita ke-10, yakni Kolaborasi Bersama “Ayo Bangun NTT”. Kolaborasi perlu diwujudkan melalui penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, dukungan pendanaan dan peralatan latihan, serta pembukaan ruang partisipasi dan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.
“Pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar ekosistem pembinaan atlet disabilitas semakin kuat dan berdaya saing,” demikian penegasan Gubernur.
Gubernur Melki juga berharap PEPARPROV menjadi wadah penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mewakili NTT pada ajang nasional, seperti Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS), hingga kompetisi olahraga tingkat internasional.
Menurutnya, setiap atlet yang bertanding patut mendapatkan apresiasi, bukan semata-mata berdasarkan medali yang diraih, tetapi juga atas keberanian, ketekunan, disiplin, dan semangat juang yang ditunjukkan.
“Melalui arena pertandingan, sekat-sekat perbedaan harus diruntuhkan dan digantikan dengan rasa persaudaraan serta kekaguman atas ketangguhan jiwa para atlet. Kita ingin menjadikan NTT sebagai rumah yang ramah, adil, dan membanggakan bagi seluruh warganya tanpa terkecuali,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Gubernur dan Ketua DPRD NTT, yang selama ini memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan nyata bagi perkembangan olahraga penyandang disabilitas.
Ia menyebutkan bahwa PEPARPROV merupakan ajang olahraga tingkat provinsi bagi atlet penyandang disabilitas atau dapat disebut sebagai PORPROV bagi komunitas paralimpik.
Menurut Viktor, hasil dari kompetisi ini akan menjadi dasar seleksi atlet potensial untuk dipersiapkan menuju pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam rangka menghadapi PEPARNAS Tahun 2028.
Viktor juga mengapresiasi dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT melalui program-program pembinaan, termasuk pendampingan dan penyesuaian metode latihan bagi atlet disabilitas.
Ia berharap perhatian terhadap atlet penyandang disabilitas tidak hanya berhenti pada pembinaan dan pemberian bonus atas prestasi, tetapi juga diperluas pada keberlanjutan masa depan para atlet setelah menyelesaikan karier olahraga.
“Kita harus tetap berjuang, semangat, dan pantang menyerah. Kita ingin melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ajaknya.
Ketua Panitia, Albertus Vincent Rehi, dalam laporannya menjelaskan bahwa PEPARPROV NTT 2026 merupakan penyelenggaraan pertama yang dilaksanakan di Kota Kupang atas gagasan NPCI Provinsi NTT.
Sebanyak 81 atlet dan 15 ofisial dari 10 kabupaten/kota ambil bagian dalam kegiatan ini. Daerah peserta meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sikka, Ende, Manggarai, dan Sabu Raijua.
Terdapat tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, catur, dan tenis meja. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan dan penjaringan atlet potensial dari daerah untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, salah satu atlet NTT, Alfin Nomleni, yang merupakan peraih medali emas dan perunggu pada ajang Asian Games, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan yang terus diberikan kepada para atlet.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang selalu mendukung kami para atlet,” ungkapnya.
Rangkaian pembukaan juga diisi dengan pembacaan janji atlet dan janji wasit sebagai bentuk komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan persaudaraan selama pertandingan berlangsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni; Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Wahyu Sabrudin; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang; Direktur Utama Jamkrida; para Ketua NPCI kabupaten/kota se-NTT; serta panitia, pelatih, ofisial, pembina, dan seluruh kontingen atlet PEPARPROV NTT 2026.
Usai membuka secara resmi PEPARPROV NTT 2026, Gubernur Melki menyerahkan Piala Bergilir Gubernur kepada Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, sebagai simbol dimulainya kompetisi olahraga paralimpik tingkat Provinsi NTT.
Melalui penyelenggaraan PEPARPROV NTT 2026, Pemerintah Provinsi NTT berharap semakin banyak atlet penyandang disabilitas memperoleh kesempatan untuk berkembang, berkompetisi, dan mengharumkan nama daerah. Sebab, prestasi tidak ditentukan oleh keterbatasan, melainkan oleh semangat, kerja keras, dan kesempatan yang diberikan kepada setiap individu. (*BAP)





