Buktikan Kualitasnya, Alumni FPKP Undana Sukses Membangun Ekosistem Peternakan Modern

NTT AKTUAL. KUPANG. Lulusan Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan kualitasnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Tidak sekadar menjadi pencari kerja, dua alumni Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, sukses membangun ekosistem peternakan modern yang berdampak langsung bagi masyarakat di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Kiprah Alesandro Israel Abraham Lomi di Oesao dan Simri Elisa Nubatonis di Kusi menjadi bukti nyata transformasi lulusan perguruan tinggi menjadi wirausahawan tangguh yang mampu menjawab tantangan distribusi dan kesehatan ternak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Alealefarm: Modernisasi Peternakan Babi di Oesao

Alesandro Israel Abraham Lomi, atau yang akrab disapa Lesko, memulai langkahnya pasca-lulus tahun 2022 dengan mendirikan ‘Alealefarm’. Berlokasi di Oesao, Kabupaten Kupang, Lesko tidak hanya meneruskan usaha keluarga, tetapi melakukan inovasi melalui layanan kesehatan dan reproduksi ternak babi.

Melalui Alealefarm, Lesko menghadirkan solusi teknis bagi peternak lokal, mulai dari injeksi vitamin, penanganan medis, hingga layanan Inseminasi Buatan (IB). Selain itu, ia menyediakan penjualan semen ternak babi berkualitas yang didistribusikan ke berbagai daerah guna meningkatkan kualitas genetik ternak di tingkat rakyat.

“Tantangan seperti keterbatasan modal dan wabah penyakit memang nyata. Namun, bekal ilmu manajemen ternak dan teknik reproduksi dari kampus menjadi modal utama saya untuk tetap bertahan dan memberikan manfaat bagi peternak sekitar,” ungkap Lesko.

Patah Ekor: Memperkuat Rantai Pasok Sapi Bali

Di wilayah berbeda, Simri Elisa Nubatonis melalui usaha bertajuk ‘Patah Ekor’ fokus pada penguatan distribusi ternak sapi bali di Kusi, Kabupaten TTS. Usahanya bergerak di bidang pembesaran sekaligus perdagangan sapi antar-kabupaten.

Peran Simri sangat strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan ternak dan stabilitas pasar di NTT. Dengan kemampuan membaca peluang pasar yang diperoleh selama masa kuliah, ia berhasil membangun jaringan distribusi yang kuat meskipun dihadapkan pada kendala transportasi dan fluktuasi harga.

“Kunci pengembangan usaha ini adalah penggabungan ilmu akademik dengan pengalaman lapangan. Kami ingin distribusi ternak dari daerah produksi ke wilayah konsumen berjalan lancar dan memberikan keuntungan bagi peternak kecil,” ujar Simri.

Wujud Transformasi SDM Berdaya Saing Global

Keberhasilan Lesko dan Simri selaras dengan visi Rektor Undana periode 2025-2029, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) berbasis potensi lahan kering dan kepulauan. Undana berkomitmen mencetak lulusan yang mampu melakukan inovasi pada keunggulan spesifik wilayah NTT.

Kiprah para alumni ini menegaskan posisi Undana sebagai institusi yang tidak hanya melahirkan tenaga terampil, tetapi juga agen perubahan (agent of change) yang mampu menciptakan lapangan kerja. Inovasi layanan kesehatan yang diusung Lesko dan penguatan rantai pasok oleh Simri menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis peternakan di Nusa Tenggara Timur.

Melalui keberhasilan alumni ini, Undana semakin optimis menuju status World Class University dengan tetap berpijak pada pemberdayaan potensi lokal yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*Undana/NA)

Pos terkait