NTT AKTUAL. ATAMBUA. UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan pameran Museum Keliling di Kota Atambua, terhitung sejak tanggal 27 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2025 bertempat di Mall pelayanan Publik Timur Atambua. Kegiatan pameran ini menampilkan sebanyak 218 Koleksi yang terdiri dari 60 % koleksi dari Kabupaten Belu dan 40 % koleksi dari Kabupaten lainnya di Provinsi NTT, yang dimiliki UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Kegiatan pameran dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena via daring pada Rabu (27/Agustus/2025). Turut hadir pula secara daring Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.
Sementara itu turut hadir langsung di lokasi kegiatan, dalam acara pembukaan pameran Museum Keliling ini yakni Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belu, unsur Forkopimda, perwakilan Perbankan, para Kepala Sekolah, tokoh agama, budayawan, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan melalui kegiatan pameran ini merupakan momen penting pelestarian budaya di Provinsi NTT. Acara ini bukan hanya sekedar sebuah pameran, melainkan suatu jembatan waktu yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar tradisi dan kearifan leluhur di tanah Belu yang bersejarah.
Dirinya menambahkan pameran kali ini merupakan kali kedua UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan pameran Museum Keliling di Atambua.
“Melalui Pameran ini mengajak kita untuk lebih memahami kehidupan sosial budaya masyarakat Belu dan juga sebagai salah satu upaya menjaga tradisi,” ujar Gubernur Melki.
Dirinya memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu yang telah menerima tim dari UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam penyelenggaraan kegiatan pameran Museum Keliling ini.
Bupati Belu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang dalam hal ini UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang telah memilih Kabupaten Belu sebagai tempat pameran Museum Keliling.
Dirinya mengajak masyarakat dan generasi muda untuk mengunjungi pameran Museum Keliling ini. “Mari kunjungi kegiatan ini, karena saat ini Museum sudah datang lagi untuk menyelenggarakan kegiatan pameran di Kota Atambua,” ujarnya.
Laporan panitia yang dibacakan oleh Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani selaku Ketua Panitia pelaksana dalam kegiatan pameran mengatakan, tema yang diangkat dalam kegiatan pameran Museum Keliling kali ini adalah ‘Menapaki Jejak Leluhur di Tanah Perbatasan Untuk Melestarikan Warisan Budaya Belu’.
Dirinya menambahkan pada pameran Museum Keliling ini ditampilkan sebanyak 218 Koleksi yang terdiri dari 60 % Koleksi dari Kabupaten Belu dan 40 % Koleksi dari Kabupaten lainnya di Provinsi NTT, yang dimiliki UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
“Dalam kegiatan pameran Museum Keliling yang berlangsung selama empat hari ini juga diadakan pentas seni budaya, yang dimeriahkan oleh 25 sanggar seni yang ada di Kabupaten Belu. Selain itu ditampilkan juga sebanyak 102 bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar Aplinuksi.
Pameran merupakan salah satu cara Museum berkomunikasi dengan masyarakat dan bersifat rekreatif serta edukatif. Pameran ini bersifat temporer dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Tujuan diadakannya kegiatan pameran Museum Keliling adalah sebagai upaya penyebarluasan informasi mengenai budaya masyarakat NTT, khususnya budaya masyarakat Belu sebagai warisan sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Belu, serta perwujudan peran Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya, tempat belajar serta rekreasi yang mendidik, jelas Aplinuksi.
“Selain itu tujuan dari diadakannya pameran Museum Keliling ini, juga untuk lebih menanamkan rasa kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan,” pungkasnya. (*/NA)





