NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan sinergitas, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) NTT menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perkarantinaan bertempat di Swiss-Bellcourt Hotel Kupang, Kamis 15 Agustus 2024.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala BKHIT NTT, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi NTT, perwakilan dari Polda NTT, pengusaha dan Wartawan baik dari Media Online, cetak dan elektronik.

Dalam kesempatan ini Kepala BKHIT NTT, Ida Bagus Putu Raka Ariana mengatakan Provinsi NTT sampai saat ini masih bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, hal tersebut menjadi nilai tawar yang tinggi terhadap komoditas yang dimiliki oleh Provinsi NTT.
“Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan di kegiatan sosialisasi Perkarantinaan ini, dalam mendukung tugas-tugas kami di lapangan,” tuturnya.
Tujuan kegiatan sosialisasi Perkarantinaan adalah untuk lebih meningkatkan sinergitas antar semua unsur terkait, jelasnya.
“Lewat kegiatan sosialisasi perkarantinaan ini, saya mengharapkan agar para pengguna jasa karantina dapat selalu menaati aturan khususnya dalam UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan,” ujar Ida Bagus.
Selain itu dirinya mengharapkan pula agar lewat kegiatan sosialisasi perkarantinaan, sinergitas semua sektor terkait dapat terus di tingkatkan untuk waktu-waktu kedepannya, pungkasnya.
Untuk diketahui terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2024 (Semester I Tahun 2024) ternak sapi yang keluar dari NTT itu kebanyakan di kirim ke wilayah Jakarta, Banjarmasin dan Samarinda. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





