NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan rasa kecintaan terhadap budaya daerah NTT, UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan belajar bersama.
Kegiatan belajar bersama ini di buka secara resmi oleh Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos,M.Si, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Kegiatan belajar bersama berlangsung selama dua hari yaitu dari tanggal 11 Juni sampai 12 Juni 2024 dan di ikuti oleh para pelajar dari tingkat PAUD sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan belajar bersama ini menghadirkan serangkaian kegiatan menarik buat para pelajar dari tingkat PAUD hingga SMA yakni tentang cerita dongeng benda koleksi museum dan melukis mural benda koleksi museum.
Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos,M.Si, saat membacakan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengatakan kegiatan Belajar Bersama di museum tentunya memberikan semangat untuk menjadikan museum sebagai tempat belajar tentang tata nilai dan budaya sebagai dasar dalam pembentukan karakter manusia dan generasi. “Manusia yang berkarakter adalah manusia yang tidak meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai instrument pengendalian perilaku dan peradaban manusia,” ujarnya.
Dirinya menambahkan oleh karena itu hendaknya museum ini menjadi pusat informasi terkait peradaban manusia baik yang terkait dengan tata nilai maupun hasil karya budaya manusia yang terukir dalam sejarah kehidupan umat manusia.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan belajar bersama di museum tentang cerita dongeng benda koleksi museum dan melukis mural koleksi museum Provinsi NTT, hal ini mau mengingatkan dan tentu memberikan pesan bagi kita atau pesan bagi generasi muda sebagai penerus kehidupan untuk memahami tentang museum memiliki tugas penting untuk mengembangkan peran pendidikan dan menarik lebih banyak audiens dari komunitas, lokalitas atau kelompok masyarakat yang dilayani, interaksi dengan masyarakat konstituen serta mempromosikan warisan budaya dan sejarah, dengan beralihnya paradigma museum dari sistem (Collection Oriented) menuju ke (Visitor Oriented) maka studi pengunjung harus dilakukan oleh pengelola museum sehingga dapat memberikan variasi pelayanan,” kata Aplinuksi.
Kegiatan belajar bersama dilaksanakan untuk memberikan informasi pengetahuan tentang budaya dan sejarah yang ada di Nusa Tenggara Timur dengan demikian pelajar TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK dapat memahami koleksi dan kisah sejarah Nusa Tenggara Timur, jelas nya.
Dikesempatan yang sama Ketua Panitia Pelaksana kegiatan belajar bersama di Museum, Dr. Wenseslaus Gampur, S.Pd.,M.Si dalam laporan panitia mengatakan maksud dilaksanakan nya kegiatan belajar bersama ini yaitu agar siswa dapat memanfaatkan museum sebagai tempat menimba pengetahuan sejarah dan budaya, selain itu juga untuk menumbuhkan rasa cinta, bangga serta menghargai berbagai warisan budaya yang menjadi identitas diri.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang sejarah dan cerita dibalik benda-benda koleksi museum dan juga untuk meningkatkan pelestarian warisan budaya dan adat istiadat para leluhur di NTT bagi pelajar baik TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Kupang dan sekitarnya,” ujar Wenseslaus.
Narasumber pada kegiatan belajar bersama ini berjumlah enam orang masing-masing berasal dari Ahli Pendongeng dan Ahli Seniman Perupa. Sementara peserta kegiatan belajar bersama ini berjumlah seratus delapan puluh orang masing-masing berasal dari TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Kupang dan sekitarnya, pungkasnya. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





