NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka meningkatkan kualitas Pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Bakunase Kota Kupang memperkuat keberadaan Forum Anak. Pada konteks ini, Forum Anak Kelurahan Bakunase gencar menggelar berbagai kegiatan strategis diantaranya kampanye atau sosialisasi tentang penggunaan internet yang bermartabat serta sejumlah isu strategis lainnya.
Hal ini disampaikan Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, S.IP, yang akrab disapa Wilhy Diken kepada Media ini, Kamis (23/Juli/2026).
“Jumlah anggota forum anak yakni 20 an orang, dan selama ini Forum Anak aktif berkampanye atau sosialisasi penggunaan internet yang bermartabat, kampanye anti kekerasan terhadap anak dan anti pornografi,” kata Wilhy.

Dirinya menambahkan Forum anak di Kelurahan Bakanuse cukup berkembang karena langsung bernaung di bawah gereja dan dalam sejumlah kegiatan gereja dan pemerintah forum anak selalu dilibatkan sekaligus mereka mengkampanyekan penggunaan internet yang bermartabat, kampanye anti kekerasan terhadap anak dan anti pornografi.
Selain memperkuat Forum Anak, dalam hal pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Bakanuse juga selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Sosial Kota Kupang dan menyalurkan bantuan-bantuan sosial yang telah terprogram seperti bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan, dan bantuan sembako kepada masyarakat jelasnya.
“Dalam sektor pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Bakanuse juga gencar melakukan pendampingan kepada masyarakat yang dalam hal ini kelompok budidaya ikan air tawar dan pertanian lahan basah,” ujar Wilhy.
Pendampingan yang dilakukan pihak Kelurahan Bakunase yaitu mensupport atau membantu pengurusan administrasi agar para pelaku budidaya bisa lebih mudah memperoleh bantuan baik dari pemerintah maupun sektor swasta, jelasnya.
“Kita di Kelurahan memilki keterbatasan karena kita tidak mengelola anggaran, tetapi kita selalu memberikan support dan memberikan semangat serta selalu meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban sehingga para kelompok ini bisa nyaman dalam melakukan aktivitas budidaya dan rutinitas mereka sehari-hari. Selain itu kami juga selalu membantu mereka guna mempermudah urusan administrasi hingga membantu promosi agar hasil budidaya mereka lebih mudah dikenal oleh pasar (market),” ucap Wilhy.
Sampai dengan saat ini jumlah kelompok budidaya ikan air tawar berjumlah tiga kelompok dimana setiap kelompok beranggotakan sepuluh orang, sementara kelompok pertanian lahan basah di Kelurahan Bakunase berjumlah empat kelompok yang juga setiap kelompok beranggotakan sepuluh orang, tambahnya.
“Dengan adanya kelompok budidaya baik ikan air tawar dan pertanian lahan basah, kami lihat juga cukup signifikan dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat dan kami harapkan semangat budidaya seperti ini dapat terus berlanjut kedepannya,” ungkap Wilhy.
Selain itu untuk mendukung Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, pihak Kelurahan juga aktif berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Bakanuse dengan membuat kelompok petani pengguna air.
“Kami membuat proposal dan diajukan ke Balai Sungai dan tahun lalu kami mendapatkan 125 meter saluran irigasi dan tahun ini kami mendapatkan bantuan 200 meter saluran irigasi,” pungkasnya. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





