Gerakan Membangun NTT Lewat Industri Event dan Ekraf, GAMKI NTT Luncurkan Event Academy

NTT AKTUAL. KUPANG. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menghadirkan inovasi strategis bagi pengembangan kapasitas generasi muda melalui peluncuran program unggulan ROAD TO EVENT ACADEMY — GAMKI NTT, sebuah gerakan penguatan industri event dan ekonomi kreatif (Ekraf) berbasis komunitas, budaya, pariwisata, dan kepemudaan.

Kegiatan pembukaan dan online workshop akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 13.30 WITA melalui platform Zoom dan akan dibuka secara resmi oleh Melki Laka Lena selaku Gubernur NTT.

Bacaan Lainnya

Turut hadir memberikan sambutan dalam kegiatan ini yakni Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, bersama para narasumber nasional yang memiliki pengalaman luas dalam industri kreatif, event management, dan pengembangan kota kreatif di Indonesia.

Workshop ini menghadirkan para pembicara kompeten nasional, antara lain:

Galih Sedayu — Mentor Kota Kreatif & Kurator Event Nasional dengan materi “Event yang Inklusif bagi Daerah”;

Joe Tomb — Profesional Show Management dengan materi “Dari Profesional Jadi Pengusaha Event”;

Ivan R — Event Creator & Founder Event Academy dengan materi “Saatnya Anak Muda Jadi EO”.

Mengusung tema besar “Membangun Daerah Melalui Industri Event”, kegiatan ini menjadi langkah awal GAMKI NTT membangun ekosistem event kreatif sebagai instrumen pembangunan daerah yang berdampak langsung pada ekonomi kreatif, promosi budaya, pengembangan komunitas, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda NTT.

Ketua GAMKI NTT, Winston Rondo menegaskan bahwa EVENT ACADEMY bukan sekadar pelatihan teknis membuat acara, tetapi sebuah gerakan membangun pola pikir baru anak muda NTT agar mampu melihat industri event sebagai ruang strategis pembangunan daerah.

“NTT memiliki kekayaan budaya, komunitas kreatif, sport tourism, musik, UMKM, dan potensi wisata yang luar biasa. Semua itu membutuhkan SDM kreatif dan kemampuan mengelola event secara profesional agar daerah ini mampu bergerak, dikenal, dan berkembang,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan Sebanyak 100 peserta dari kader GAMKI, komunitas kreatif, mahasiswa, pemuda gereja, dan penggerak komunitas dari berbagai wilayah di NTT dijadwalkan mengikuti workshop ini. Peserta akan mendapatkan wawasan tentang perkembangan industri event modern, peluang ekonomi kreatif, branding daerah, kolaborasi komunitas, hingga peluang membangun Event Organizer (EO) profesional di daerah.

Program ini juga akan berlanjut melalui EVENT ACADEMY BASIC CLASS dan MASTERCLASS, termasuk mini project event daerah, proses kurasi ide kreatif, mentoring langsung, hingga pendampingan project terbaik agar diwujudkan menjadi event nyata dan masuk dalam pengembangan Calendar of Event NTT.

Melalui program ini, GAMKI NTT ingin menghadirkan gerakan anak muda kreatif yang mampu membangun daerah melalui kekuatan kolaborasi, kreativitas, jejaring komunitas, dan industri event yang profesional, jelas Winston.

Tagline besar yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan arah perjuangan tersebut:

“Event bukan hanya membuat panggung ramai, tetapi menciptakan dampak ekonomi, sosial, budaya, dan branding bagi sebuah wilayah.”. (**)

Pos terkait