Tekan Dampak Adiksi Digital, Tim Psikologi Undana Perkuat Program “Siber Sehat” Pemprov NTT

Pengelola Layanan Psikologi Terpadu Undana, Rizky Pradita Manafe, M.Psi., Psikolog

NTT AKTUAL. KUPANG. Tim Psikologi Terpadu Universitas Nusa Cendana (Undana) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dalam mensukseskan program “Siber Sehat”. Kolaborasi ini diluncurkan secara resmi di arena Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (9/Mei/2026), sebagai langkah strategis menanggulangi tren adiksi digital dan gangguan kesehatan mental di tengah masyarakat.

Dalam kemitraan ini, Tim Psikologi Undana tergabung dalam Satgas Siber Sehat guna memberikan landasan ilmiah serta intervensi nyata, mulai dari pencegahan hingga pemulihan klinis bagi pengguna teknologi yang terdampak.

Bacaan Lainnya

Intervensi Berbasis Sains: Tiga Pilar Strategis

Pengurus Layanan Psikologi Terpadu Undana, Rizky Pradita Manafe, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa keterlibatan pakar psikologi sangat mendesak mengingat digitalisasi telah menggeser banyak aktivitas penting di dunia nyata. Tanpa kontrol, teknologi dapat memicu depresi, kecemasan, hingga perilaku sosial menyimpang.

Pengelola Layanan Psikologi Terpadu Undana, Rizky Pradita Manafe, M.Psi., Psikolog

Untuk mengatasinya, Undana menjalankan tiga pilar utama intervensi:

  1. Prevensi (Pencegahan): Pengembangan alat ukur deteksi adiksi digital untuk mengenali gejala ketergantungan teknologi secara dini.
  2. Promosi (Edukasi): Kampanye literasi digital, pola asuh (parenting) di era siber, dan edukasi gejala adiksi kepada masyarakat serta mahasiswa.
  3. Kurasi dan Rehabilitasi: Penyediaan layanan konseling profesional melalui Layanan Psikologi Terpadu bagi individu yang membutuhkan pemulihan akibat dampak negatif media digital.

“Ilmu psikologi hadir untuk menjelaskan akar adiksi sehingga kami bisa merancang program yang tepat, baik secara preventif maupun rehabilitatif,” ujar Dita, sapaan akrab Rizky Pradita.

Inisiasi “Duta Bijak Digital” dan Kampus Sehat

Program Siber Sehat juga akan diimplementasikan di lingkungan internal kampus Undana. Dita mengusulkan pembentukan “Duta Bijak Digital” di kalangan mahasiswa sebagai agen edukasi sebaya (peer educator) yang mengampanyekan penggunaan teknologi secara produktif.

Selain itu, Undana mulai mewacanakan kebijakan pengurangan ketergantungan gawai selama proses perkuliahan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Rektor Undana yang mewajibkan mahasiswa belajar mandiri di perpustakaan minimal delapan jam per minggu guna memperkuat budaya literasi konvensional.

Digitalisasi Sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Dita mengingatkan generasi muda agar memandang digitalisasi sebagai alat pendukung pengembangan diri, bukan tujuan utama yang justru mengisolasi potensi pribadi.

“Kita membutuhkan digitalisasi, namun bukan berarti menggampangkan segala hal dengannya. Gunakan potensi diri untuk berkembang karena sejatinya teknologi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan sosial kita,” pungkasnya.

Melalui sinergi ini, Undana mempertegas komitmennya dalam mendukung Pemprov NTT menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*Undana)

Pos terkait