Wakil Wali Kota Kupang Terima Audiensi GMNI, Bahas Isu Perempuan dan Penguatan Kolaborasi Program Ina Kasih

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Dewan Pengurus GMNI Kupang di ruang kerjanya, Rabu (22/April/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua GMNI Kupang, Jacson Marcus, bersama jajaran pengurus di antaranya Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Arison Rihi, Feliks Dewi, serta Hari. Turut mendampingi Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, dr. Marsiana Y. Halek.

Dalam audiensi tersebut, GMNI Kupang menyampaikan sejumlah isu strategis terkait perempuan di Kota Kupang, termasuk tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan, serta angka perceraian yang dinilai masih cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. GMNI juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya Program Inakasi yang telah dijalankan di beberapa titik di Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Ketua GMNI Kupang, Jacson Marcus, menyampaikan bahwa pihaknya siap berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperluas jangkauan program, termasuk membuka peluang agar anggota perempuan GMNI dapat menjadi sasaran program Ina Kasih.

Selain itu, GMNI juga mengusulkan kolaborasi dalam kegiatan edukatif seperti dialog publik bertema perempuan, guna meningkatkan kesadaran terhadap isu KDRT, kekerasan seksual, serta persoalan sosial lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif GMNI terhadap isu-isu perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa.

“Program Ina Kasih tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup edukasi dan sosialisasi, baik kepada perempuan maupun laki-laki, terkait kesehatan reproduksi, kesadaran sosial, serta upaya pencegahan kekerasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa program ini juga menyasar perempuan dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, guna meringankan beban kebutuhan dasar, serta didukung dengan program vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani persoalan sosial seperti perceraian dan KDRT, melalui edukasi pranikah, penguatan peran keluarga, serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesiapan mental dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas rencana tindak lanjut berupa penyelenggaraan dialog publik bertema perempuan dalam rangka memperingati momentum Hari Kartini, yang direncanakan akan melibatkan tokoh perempuan serta kalangan mahasiswa.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan GMNI dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penanganan isu-isu sosial secara lebih efektif dan berkelanjutan. (*PKP)

Pos terkait