Rapat Evaluasi, Wali Kota Kupang Tekankan Kejujuran dan Kolaborasi Lintas Sektor

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor Lingkup Pemerintah Kota Kupang di Hotel Kristal, Rabu (15/April/2026).

Rapat tersebut diikuti oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H., para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, Kepala Perangkat Daerah lingkup Kota Kupang, Direktur Perusahaan Daerah, serta para Camat se-Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kejujuran, kolaborasi lintas sektor, serta pembangunan sistem kerja yang kuat dalam pelaksanaan program pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi forum strategis untuk membedah berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan program di masing-masing perangkat daerah.

“Tujuan kita hari ini adalah berdiskusi lintas sektor, mencari tahu kenapa ada program yang belum berjalan, dan menemukan solusi bersama. Satu program tidak bisa dikerjakan sendiri, butuh dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Kupang seperti pengembangan kawasan Saboak di Taman Nostalgia Kupang yang melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari aspek penataan, keamanan, kebersihan, hingga pengelolaan lalu lintas dan keberlanjutan program. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa sinergi antar dinas menjadi kunci keberhasilan program.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh peserta rapat untuk terbuka dan jujur dalam menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencari solusi nyata.

“Jangan sembunyikan masalah. Sampaikan apa adanya supaya bisa kita bantu. Ini bukan forum untuk menyalahkan, tapi untuk mencari jalan keluar,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya fokus pada program-program prioritas, baik yang berskala daerah maupun nasional, seperti pengembangan koperasi dan UMKM, serta program beasiswa yang harus tepat sasaran berbasis data masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, penggunaan data yang akurat dan terintegrasi antar perangkat daerah sangat penting agar setiap program benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengibaratkan proses evaluasi sebagai “membedah masalah dengan pisau kejujuran” dan menutupnya dengan solusi yang berani untuk dieksekusi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk tidak hanya berhenti pada laporan administratif, tetapi memastikan implementasi program berjalan efektif di lapangan.

“Kita tidak boleh hanya bagus di laporan, tapi lemah di pelaksanaan. Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk menindaklanjuti hasil evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada individu. Dengan sistem yang baik, menurutnya, program akan tetap berjalan optimal meskipun terjadi pergantian personel.

Mengakhiri arahannya, Wali Kota mengingatkan bahwa keberanian untuk mengakui kelemahan merupakan langkah awal menuju perbaikan.

“Mereka yang berani melihat kelemahan adalah mereka yang layak memperbaiki keadaan. Kita tidak mencari siapa yang salah, tapi kita ingin tahu langkah ke depan yang harus kita ambil,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., turut menegaskan pentingnya keterbukaan dan kejujuran seluruh perangkat daerah dalam forum evaluasi tersebut. Ia berharap setiap perangkat daerah dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi secara apa adanya sesuai kondisi riil di lapangan, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ia juga mengingatkan agar penyampaian permasalahan dilakukan secara singkat, padat, dan jelas, sehingga pembahasan dapat lebih fokus pada pencarian solusi bersama. Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang hadir untuk membantu menyelesaikan setiap kendala yang ada, sehingga diperlukan komunikasi yang efektif dan terbuka.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan persoalan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak terpaku pada satu cara pandang, melainkan berani melihat masalah secara lebih luas serta membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk LSM dan sektor swasta.

“Kita harus terbuka terhadap kritik yang membangun dan peluang kerja sama. Semua itu penting untuk memastikan program-program pemerintah dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai upaya memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan pembangunan di Kota Kupang berjalan optimal dan tepat sasaran. (*PKP/NA)

Pos terkait