Enam Klasis Hadiri Serah Terima Pendeta di GMIT Imanuel Kuatnana

NTT AKTUAL. SOE. Sebanyak enam klasis dari wilayah teritori Timor Tengah Selatan dan teritori Kupang hadiri acara serah terima pendeta di Jemaat Imanuel Kuatnana, Minggu (12/04/2026). Keenam klasisi tersebut ialah Klasis Soe, Klasis Soe Timur, Klasis Mollo Barat, Klasis Mollo Timur, Klasis Amanuban Tengah Utara, dan Klasis Kupang Timur, bertempat di ruang kebaktian utama GMIT Imanuel Kuatnana.

Acara serah terima pendeta dimulai dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt. Yan Yun O.O. Leimany, S.Th. Di pertengahan ibadah dilangsungkan akta pernyataan Pengutusan Pdt. Mariana Ndjukambani, M.Th yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Majelis di Jemaat Imanuel Kuatnana kini diutus untuk melanjutkan pelayanan di tingkat Klasis sebagai Ketua Majelis Klasis (KMK) Soe Timur dan Perhadapan Pdt. Hendrik Lomi Wadu, S.Th yang semula menjabat sebagai Ketua Majelis di Jemaat Enohonis Kobelete dimutasikan ke Jemaat Imanuel Kuatnana dalam jabatan sebagai Wakil Ketua Majelis, yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Sinode GMIT oleh Sekretaris Majelis Klasis Soe Timur, Pnt. Jan Urip C. Faot.

Bacaan Lainnya

Dalam khotbahnya yang dikutip dari Alkitab Injil Lukas 24:36-49 dibawah tema Diyakinkan Untuk Memberitakan tentang Pertobatan dan Pengampunan Dosa, Pdt. Yan Leimany menekankan urgensi perjumpaan fisik Yesus yang bangkit dengan murid-murid-Nya untuk mengatasi keraguan mereka. Yesus membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci, menetapkan tugas misioner untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya, serta menjanjikan kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya.

“Sebagai umat kita tidak perlu ragu tetapi harus berani menjadi saksi Kristus yang membawa berita keselamatan, pertobatan, dan pengampunan dosa di tengah dunia,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Zimrat M.S. Karmany, M.Th dalam suara gembala menegaskan bahwa mutasi pendeta dan pergantian Ketua Majelis Jemaat adalah hal normal yang terjadi dalam GMIT. Selaku pelayan maka seorang pendeta akan senantiasa taat dan menuruti setiap tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya, karena sesungguhnya segala sesuatu itu ada waktu. Ada waktunya untuk datang, dan waktunya untuk pergi. Ada waktunya untuk menanam, ada waktunya untuk mencabut dan menuai. Karena itu setiap pelayan mesti menjalani setiap penugasan dengan penuh ketaatan dan kesetiaan.

Usai ibadah, dilakukan acara seremonial serah terima jabatan Ketua Majelis yang diawali dengan pembacaan surat keputusan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan dilanjutkan dengan penyerahan salinan SK, berita acara, dan memori tugas Ketua Majelis Jemaat dari Pdt. Mariana Ndjukambani, S.Th kepada Pdt. Dolince Meriyati Mella, S.Th yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis di Jemaat Imanuel Kuatnana. Prosesi serah terima jabatan dipandu oleh Sekretaris Majelis Klasis Soe Timur, Pnt. Jan Urip C. Faot.

Camat Kuatnana, Patris Th.B. Halla atau yang akrab disapa Toni Halla dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terlaksananya acara serah terima jabatan, harapan-harapan ke depan serta ajakan untuk berkolaborasi dan menekankan pentingnya sinergitas antara gereja dan pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pelayanan.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kecamatan Kuatnana saya mengucapkan selamat atas terlaksananya acara pengutusan, perhadapan, dan serah terima jabatan hari ini. Kepada pendeta Ari (sapaan akrab Pdt. Hendrik Lomi Wadu), saya mengucapkan selamat datang, selamat bertugas, dan selamat melayani di Jemaat Imanuel Kuatnana semoga semakin giat untuk mengembangkan pelayanan disini, dan lebih cepat beradaptasi dengan jemaat di Imanuel Kuatnana,” ucap Camat Toni.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pendeta Ambu (sapaan akrab Pdt. Mariana Ndjukambani) yang telah memberi diri dalam tugas pelayanan sebagai Ketua Majelis di Jemaat Imanuel Kuatnana sejak tahun 2024. Ini sebetulnya pendeta Ambu naik kelas karena dari jabatan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) menjadi Ketua Majelis Klasis (KMK). Ini prestasi, semoga di tempat yang baru semakin sukses dan nama Tuhan semakin dimuliakan,” tambahnya.

“Sedangkan kepada pendeta Yati (sapaan akrab Pdt. Dolince Meriyati Mella), saya mengucapkan selamat atas tanggung jawab pelayanan yang baru sebagai Ketua Majelis Periode Antar Waktu 2024-2027,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, Camat Toni Halla juga mengajak jemaat agar bersama-sama dengan dua pendeta yang baru, terus berkolaborasi dan membangun sinergitas dalam pelayanan.

“Pemerintah punya program, gereja juga punya program. Saya berharap kita memperkuat sinergi untuk menyukseskan semua program yang ada, untuk memberi dampak langsung kepada jemaat sehingga jemaat semakin bertambah, bertumbuh dan berakar. Namun satu hal yang terpenting sekarang adalah kita harus merawat persekutuan dan menabur kasih Allah di jemaat Imanuel Kuatnana,” ujarnya.

Pdt. Mariana Ndjukambani, M.Th dalam ungkapan hati secara pribadi dan mewakili keluarga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Jemaat Imanuel Kuatnana yang telah mendukungnya selama hampir dua tahun pelayanan. “Secara pribadi dan mewakili suami dan anak-anak, saya sampaikan terima kasih banyak kepada rekan-rekan majelis, baik Penatua, Diaken maupun Pengajar atas kerja samanya selama saya bertugas disini. Saya sadar belum memberikan yang terbaik bagi jemaat disini, tapi saya percaya jemaat Imanuel Kuatnana akan terus bertumbuh dan berkembang dengan segala potensi yang dimiliki. Sebagai manusia, saya juga sadar selama bertugas disini mungkin saja banyak melakukan kesalahan. Pada kesempatan ini saya mau sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Diakhir ungkapan hati, dirinya mengucapkan selamat kepada Pdt. Dolince Meriyati Mella, S.Th yang akan melanjutkan tonggak pelayanan, dan berpesan agar terus membangun jemaat ke arah yang lebih baik.

“Kepada mama pendeta Yati selaku senior dan orang tua saya selama disini, saya titipkan lima lembaga pendidikan kristen dan satu lembaga pelayanan anak yaitu PPA Ruhama. Saya akan terus berupaya mendorong kemajuan dan kemandirian lembaga-lembaga ini,” tutupnya.

Pantauan NTT Aktual, acara pengutusan, perhadapan, dan serah terima jabatan dihadiri oleh sekitar 31 pendeta dari enam klasis serta ratusan jemaat baik jemaat tamu maupun jemaat tuan rumah. Setelah ibadah dan serah terima, Camat Kuatnana bersama ratusan jemaat tamu dan undangan dipersilahkan menuju pastori (rumah pelayan) untuk melangsungkan jamuan kasih (makan siang bersama) yang dipersiapkan oleh majelis dan jemaat tuan rumah. (NA)

Penulis : Miel Teftae

Editor : Nataniel Pekaata 

Pos terkait