Rumah Literasi Cakrawala Konsisten Hadirkan Generasi Cerdas Yang Peduli Lingkungan

Anak-anak tampak antusias saat melakukan aktivitas membaca di Rumah Literasi Cakrawala, Sabtu (30/Agustus/2025). Dok : ist

NTT AKTUAL. KUPANG. Rumah Literasi Cakrawala NTT yang berada di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang, dibawah kepemimpinan Gusty Ricarno, S.Fil memiliki konsisten yang kokoh untuk menciptakan generasi cerdas yang juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Konsistensi ini ditunjukkan oleh Rumah literasi Cakrawala melalui salah satu programnya yakni dengan menghadirkan Taman Baca Cakrawala. Program Taman Baca Cakrawala sering diikuti oleh anak-anak dari usia 5 tahun hingga 16 tahun.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Gusty Ricarno, S.Fil, saat ditemui Wartawan bertempat di Rumah literasi Cakrawala, Sabtu (30/Agustus/2025).

Anak-anak tampak antusias saat melakukan aktivitas membaca di Rumah Literasi Cakrawala, Sabtu (30/Agustus/2025). Dok : ist

“Anak-anak yang sering mengikuti kegiatan di taman baca Cakrawala, dalam kesehariannya adalah pelajar dari jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujarnya.

Hebatnya untuk biaya mengikuti kegiatan di Taman baca Cakrawala para peserta tidak di kenakan biaya dalam bentuk uang melainkan sampah.

“Sampah-sampah tersebut akan di daur ulang oleh Komunitas Donasi Sampah, dari hasil inilah yang nantinya kami beli untuk alat-alat penunjang taman baca dan juga pengembangan minat bakat, seperti buku, alat olahraga, alat kesenian dan sebagainya,” ujar Gusty.

Dibawah Slogan ‘Sampahmu Tiket Baca mu’ Taman Baca Cakrawala ingin selalu menunjukkan konsistensinya untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, dan bukan hanya cerdas tetapi memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Harapan saya melalui komitmen ini kami kedepannya dapat melahirkan generasi emas yang cerdas, dan peduli lingkungan. Konteks ini sesuai dengan kondisi global saat ini seperti dampak perubahan iklim ataupun pemanasan global, dengan adanya langkah ini setidaknya kita bisa meminimalisir dampak dari dampak perubahan iklim tersebut,” ucap Gusty.

Tidak hanya berbagi literasi kepada para pelajar, Rumah Literasi Cakrawala NTT juga sering berbagi literasi kepada masyarakat sekitar di Desa Noelbaki yang berprofesi sebagai petani, karena tidak hanya memiliki buku bagi para pelajar saja tetapi Rumah Literasi Cakrawala juga memiliki koleksi buku pengetahuan umum tentang pertanian.

“Koleksi buku yang kami miliki meliputi buku bacaan bermutu sampai kurang lebih 1.000 judul untuk anak-anak dan buku pengetahuan umum yang berjumlah kurang lebih 550 buku bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Dalam rutinitasnya Rumah Literasi Cakrawala NTT dibantu oleh tenaga relawan untuk mendampingi para peserta yang terdiri dari Mahasiswa, ibu rumah tangga dan staf Cakrawala. “Program Taman Baca kami selenggarakan setiap hari Sabtu dari pukul 15.00 sampai dengan 17.00 WITA. Satu jam kami lakukan untuk proses membaca bersama dan satu jam untuk pengembangan minat dan bakatnya,” tutur Gusty.

Kedepannya Rumah Literasi Cakrawala NTT juga berencana membuat panggung pentas kreasi agar para peserta di taman baca juga dapat lebih mengembangkan bakat dan minatnya, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata 

Pos terkait