Tingkatkan Kecakapan Literasi Digital, DWP Undana Gelar Talk Show di HUT Ke-27

NTT AKTUAL. KUPANG. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Talk Show Literasi AI bertajuk “Perempuan Berkarakter, Berdaya, dan Inspiratif menuju Indonesia Emas 2045” di Ruang Teater Rektorat Undana, Kupang, Jumat (30/Oktober/2026). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP Undana serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membentengi sivitas akademika dan keluarga dari ancaman kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Program ini berdampak penting untuk meningkatkan kecakapan literasi digital perempuan dan mahasiswa di lingkungan Undana, khususnya dalam mengenali hoaks, mengantisipasi penipuan manipulatif (deepfake), serta menjaga nilai kemanusiaan dan relasi sosial di tengah era disrupsi teknologi.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia, Maria Renny Pratiwi Ola, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun budaya digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Peserta dibekali pemahaman mengenai risiko penggunaan AI, teknik mengenali konten manipulatif, hingga langkah praktis memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DWP Undana, Astrid Jeanette Bale-Kambey, menekankan peran sentral perempuan sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga.

Ketua DWP Undana, Astrid Jeanette Bale-Kambey

“Sebagai pendidik pertama di dalam keluarga, kita harus menjadi perempuan yang bukan hanya melek digital, tetapi juga mampu membimbing anak-anak, membimbing keluarga, dan membangun lingkungan yang sehat dalam bermedsos,” tutur Astrid.

Menjaga Etika Kemanusiaan di Tengah Disrupsi AI

Saat membuka kegiatan secara resmi, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan AI harus diimbangi dengan nalar kritis dan kesadaran untuk memelihara nilai-nilai kemanusiaan.

“AI ini sangat cepat mendisrupsi semua kehidupan kita, bisa jadi kita kehilangan pegangan. Pada akhirnya sisi kemanusiaan menjadi senjata utama memisahkan mana yang nyata. Seintens apa pun kita berkomunikasi dengan AI dalam semua kebutuhan kita, pastikan relasi sosial tidak boleh tergantikan, harus selalu dijaga, sehingga AI ini bukanlah pengganti utama dari seluruh kebutuhan kita,” tegas Prof. Jefri.

Ancaman Deepfake dan Demonstrasi Pengujian Informasi

Sesi pemaparan materi disampaikan oleh Dosen Ilmu Komputer Undana, Kornelis Letelay, S.Kom., M.Cs. Dalam presentasinya, Kornelis mengulas maraknya ancaman digital berbasis AI, mulai dari penyebaran berita bohong, rekayasa wajah dan video (deepfake), hingga modus penipuan berbasis tiruan suara.

Ia juga memperkenalkan teknik validasi informasi, pemahaman bias dan misinformasi, pengamanan akun, serta penggunaan aplikasi pendeteksi konten AI.

“AI itu bisa menghasilkan uang dan bermanfaat sebagai alat bantu, tetapi AI juga sangat berbahaya karena bisa menduplikasi suara hingga menciptakan manusia AI yang memiliki emosi tiruan untuk menekan mental dan menipu seseorang. Oleh karena itu, gunakanlah AI sewajarnya dan jangan pernah biarkan ketergantungan pada teknologi merusak esensi berpikir serta relasi kemanusiaan kita,” jelas Kornelis.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan peragaan langsung (AI Live Demo). Dalam sesi ini, para peserta mempraktikkan pembuatan perintah (prompt) gambar, menganalisis karakteristik visual buatan AI, serta menguji verifikasi fakta menggunakan perangkat digital secara real-time.

Melalui kegiatan ini, DWP Undana berharap seluruh peserta dapat menerapkan kecakapan digital tersebut di lingkungan keluarga maupun masyarakat demi mewujudkan ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab. (*Undana/NA)

Pos terkait