NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Aksi kesenian Bantengan dari Maheso Aremania Budoyo memukau Wali Kota Kupang, jajaran Forkopimda, dan ribuan penonton saat malam karnaval budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 Kota Kupang sebagai daerah otonom.
Tampil dengan nomor urut 35, grup kesenian asal Malang itu sukses mencuri perhatian, pada karnaval budaya yang berlangsung di Bundaran Tirosa, Sabtu (25/April/2026) malam. Sorak penonton pecah saat atraksi Bantengan Mberot khas Malang, Jawa Timur ditampilkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota, Ibu Wakil Wali Kota, Forkopimda, dan masyarakat Kupang yang antusias menantikan penampilan kami. Walau harus menunggu dari sore hingga dini hari, lelah kami terbayar lunas,” tegas Sam Haris, Ketua Ikatan Arema NTT, usai penampilan.
Maheso Aremania Budoyo lahir dari rahim Ikatan Arema NTT, paguyuban warga Malang Raya di NTT. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, Ikatan Arema NTT tidak hanya peduli pada isu sosial, tetapi juga fokus menjaga tradisi dan budaya daerah asal secara turun-temurun.
“Ini membuktikan upaya kami merawat tradisi budaya tidak sia-sia. Sambutan hangat Pak Wali Kota dan masyarakat Kupang jadi energi buat kami,” tambah Sam Haris.
Pimpinan sanggar Maheso Aremania Budoyo, Erwin Witono, mengaku puas dengan totalitas anak asuhnya di momen HUT Kota Kupang.
“Saya sangat mengapresiasi keseriusan para pelaku seni Maheso Aremania Budoyo. Ini kebanggaan Arema NTT dan juga K2S Kota Kupang, karena kami tampil membawa bendera K2S,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Saimin itu.
“Terima kasih kepada semua pemain Bantengan. Sampai jumpa di event berikutnya. Tetap rendah hati, tetap semangat,” pungkasnya. (*/NA)





