Gubernur Melki : Bank NTT Miliki Peran Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Bank NTT memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya melalui dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUMU), Bank NTT telah membantu lebih dari 10.000 pelaku usaha dengan plafon Rp 150 Miliar dan menargetkan peningkatannya terus berjalan ditahun ini.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menyampaikan tanggapan Pemerintah Provinsi NTT terhadap pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi NTT atas pengajuan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah NTT menjadi PT Bank Pembangunan Daerah NTT (Perseroda).

Bacaan Lainnya

Penyampaian tanggapan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-70 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi NTT pada Jumat (6/Maret/2026).

Rapat Paripurna ke-70 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi NTT pada Jumat (6/Maret/2026)

Gubernur NTT Melki Laka Lena menambahkan bahwa Bank NTT saat ini terus melakukan berbagai pembenahan, baik dalam peningkatan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko, maupun transformasi digital guna meningkatkan daya saing di industri perbankan yang semakin kompetitif.

“Bank NTT tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memperluas akses pasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa penurunan dividen Bank NTT pada beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dampak pandemi Covid-19 yang berdampak pada kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kreditnya. Selain itu, perubahan komposisi kepemilikan saham juga turut memengaruhi besaran dividen yang diterima pemerintah daerah.

Dirinya menjelaskan target penerimaan dividen dari Bank NTT pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp110 miliar tersebut akan diupayakan melalui peningkatan profitabilitas, ekspansi kredit yang selektif dan berkualitas, efisiensi operasional, serta penguatan pendapatan berbasis layanan (fee based income) dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

“Pemerintah juga terus mendorong penguatan modal Bank NTT secara terukur agar bank daerah ini semakin kuat, sehat, dan mampu berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah,” tegas Gubernur.

Selain itu, Bank NTT juga berperan dalam mendukung program pembangunan daerah melalui berbagai inisiatif seperti digitalisasi pengelolaan keuangan daerah, fasilitasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara elektronik, serta dukungan pembiayaan pembangunan di kabupaten/kota, pungkasnya. (*BAP/NA)

Pos terkait