NTT AKTUAL. KUPANG. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) SW Supplier selalu berkomitmen untuk menghasilkan tanaman organik hortikultura yang berkualitas.
Guna menjawab hal tersebut hamparan perkebunan sayur milik SW Supplier yang terletak di Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang eksis menghasilkan tanaman-tanaman yang subur.
Manager Operasional SW Supplier yang juga Ketua LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek) DPW NTT Mori.C.Boimau saat ditemui Wartawan Selasa (10/Maret/2026) mengatakan kehadiran SW Supplier yakni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait kebutuhan sayur-sayuran segar dan berkualitas.
“Luas perkebunan yang dimiliki SW Supplier seluas 1,5 Hektar dan Tanaman yang kami tanam adalah tanaman organik dan yang dihasilkan seperti terong, ketimun, tomat, kacang panjang, buncis, labu, jagung, dan sejumlah tanaman lainnya. Kami selalu mengedepankan kualitas tanaman agar para konsumen juga bisa mendapatkan sayur-sayuran yang berkualitas,” ujar Mori.

Dirinya menambahkan selama ini sayur-sayuran yang dihasilkan SW Supplier di distribusikan ke sejumlah dapur-dapur MBG (program Makanan Bergizi Gratis) yang ada di Kota Kupang, selain itu juga di distribusikan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk memenuhi pasokan makanan bagi Narapidana dan juga di jual ke sejumlah hotel dan Restoran yang ada di Kota Kupang.
“Lokasi kantor UMKM SW Supplier berada di Jalan Melati Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang,” ucap Mori.
Selain itu dalam mengembangkan perkebunan, SW Supplier juga memberdayakan generasi milenial dan jumlah karyawan yang dimiliki SW Supplier berjumlah 12 orang, terdiri dari 7 pria dan 5 orang wanita.
“Dalam keseharian kami juga melibatkan anak-anak muda sebagai karyawan. SelainĀ itu untuk menjaga kualitas sayur yang tetap segar kami juga memiliki Cold Storage (lemari pendingin) dengan kapasitas 3 ton, dan juga mobil operasional guna selalu cepat mengantarkan sayur-sayuran ke konsumen,” ungkap Mori.
Dirinya berharap pemerintah memiliki perhatian yang lebih serius kepada para petani. “Kami berharap adanya perhatian pemerintah untuk lebih memberikan perhatian serius terhadap akses jalan menuju ke lokasi-lokasi pertanian atau perkebunan rakyat dan selain itu membantu juga dalam hal ketersediaan fasilitas pertanian seperti bak air atau fasilitas irigasi,” harap Mori.
Kedepannya SW Supplier berencana juga akan mengembangkan sektor perikanan air tawar untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Karyawan SW Supplier, Yohanes Wahyudi mengatakan dirinya melihat potensi lahan yang ada di lokasi perkebunan SW Supplier juga ideal untuk pengembangan ikan air tawar.
“Saya datang dari Lampung dan saat melihat lokasi perkebunan SW Supplier cukup potensial untuk pengembangan tambak ikan air tawar. Oleh karena itu saya datang jauh-jauh dari Lampung dan berniat serius mengembangkan budidaya ikan air tawar di lokasi perkebunan milik SW Supplier,” ujar Yohanes.
Sejauh ini progres yang telah dirinya bersama rekan-rekan karyawan lainnya lakukan adalah pembuatan kolam tambak dan kedepannya ikan yang akan dibudidayakan yaitu lele, mujair, nila dan sejumlah ikan air tawar lainnya, jelasnya.
“Dengan adanya pengembangan sektor perikanan ini saya optimis dapat menjawab kebutuhan masyarakat terkait ketersediaan ikan air tawar,” pungkasnya.
Untuk diketahui SW Supplier juga berencana mengembangkan lahan perkebunan di Kelurahan Nonbes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, dan tanaman yang akan ditanam di lokasi tersebut adalah pepaya California dan pisang.
Bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya yang membutuhkan sayur-sayuran segar dan berkualitas dapat menghubungi SW Supplier dengan nomor kontak 0812-7122-3219 atau ke nomor 0822-4728-8858. (NA)





