NTT AKTUAL. KUPANG. Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 3,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,14. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,64 persen dengan IHK sebesar 112,29 dan Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,96 persen dengan IHK sebesar 110,51.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B.Kale, S.Si.,M.Si, pada kegiatan Jumpa pers bersama Wartawan bertempat di Aula Lantai II BPS Provinsi NTT, Senin (02/Maret/2026).
Dirinya menambahkan Inflasi y-on-y Februari 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,67 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,37 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,75 persen; kelompok transportasi sebesar 1,04 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,60 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,11 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 21,63 persen.

“Sementara, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen dan kelompok pedidikan sebesar 2,29 persen pada Februari 2026,” ujar Matamira.
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,45 persen pada Februari 2026. Dan terjadi inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,10 persen pada Februari 2026, jelasnya.
Pada kegiatan jumpa pers ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B.Kale, S.Si.,M.Si juga menyampaikan BPS akan menyelenggarakan Sensus ekonomi 2026. Kegiatan Sensus Ekonomi ini akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2026. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





