133 Koleksi Senjata Tradisional Dipamerkan dalam Pameran Museum Temporer

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebanyak 133 koleksi senjata tradisional dipamerkan dalam acara Pameran Museum Temporer yang mengusung Tema “Bilah dan Bedil di Bumi Cendana, Perkembangan Senjata dalam Peradaban di Nusa Tenggara Timur”. Kegiatan pameran ini diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT bersama dengan jajaran Forkopimda Provinsi NTT saat melihat koleksi senjata tradisional dalam acara pameran museum temporer, Selasa (19/November/2024). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTTAktual.net

Kegiatan pameran yang berlangsung dari tanggal 19 November 2024 sampai dengan 22 November 2024 ini dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos,M.Si, yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, pada Selasa (19/November/2024). Acara pembukaan pameran yang berlangsung di halaman kantor UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini turut pula di hadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI Provinsi NTT dan sejumlah undangan lainnya.

Bacaan Lainnya
Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT saat foto bersama dengan jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan undangan yang hadir pada acara pembukaan pameran museum temporer senjata tradisional, Selasa (19/November/2024). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTTAktual.net

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos,M.Si, saat membacakan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengatakan pameran museum temporer senjata tradisional dengan tema “Bilah dan Bedil di Bumi Cendana, Perkembangan Senjata dalam Peradaban di Nusa Tenggara Timur” yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, judul pameran ini tentu turut memaknai tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2024 yakni “Teladani Pahlawan mu Cintai Negeri mu”. Memaknai semangat para pahlawan yang telah berjuang dan mempertahankan nilai-nilai serta identitas bangsa.

“Selaras dengan tema besar pendidikan dan kebudayaan di Provinsi NTT, sekolah berkualitas menuju NTT Cerdas, NTT Berbudaya diantaranya menekankan pendidikan budaya sebagai salah satu hal yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Beberapa dekade terakhir ini perhatian serta minat masyarakat terhadap museum mengalami kenaikan yang cukup berarti. Hal ini tentunya memberikan angin segar kepada lembaga-lembaga museum untuk lebih terpacu dalam memposisikan perannya sebagai lembaga pewarisan nilai-nilai budaya, jelas Aplinuksi.

“Dinamika masyarakat yang ada memberikan wacana baru bagi penyelenggara museum untuk merubah pandangan dari orientasi koleksi kepada orientasi masyarakat atau publik. Gagasan ini menempatkan museum sebagai alat pendidikan dalam pelayanan pembangunan sosial, serta memberikan kontribusi yang konkrit kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Pada masa lampau manusia telah menciptakan senjata-senjata sederhana menggunakan material yang ada di lingkungannya. Senjata sederhana ini dipakai untuk membuka lahan, mendapatkan makanan dan membela diri. 

“Sedemikian dekatnya manusia dengan senjata sehingga semakin hari tumbuh kreativitas untuk memanfaatkan senjata juga sebagai aksesoris guna melengkapi pakaian tradisional yang dipakai manusia hingga saat ini, oleh karena itu pameran ini membangkitkan kembali memori dan rasa kedekatan kita yang kuat akan sejarah itu sendiri,” jelas Aplinuksi.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT sebagai pusat peradaban masyarakat NTT yang memberikan nilai-nilai budaya, spiritual, sistem ekonomi dan kelangsungan kebudayaan. “Pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat yang memberikan dukungan terhadap perkembangan kemajuan Museum di NTT,” pungkasnya. 

Untuk diketahui pameran museum temporer ini bersifat umum dan terbuka untuk semua kalangan meliputi pelajar, mahasiswa, para pendidik, masyarakat umum dan wisatawan. Kegiatan pameran dibuka dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00 WITA bertempat di kantor UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata 

Pos terkait