Gelar Pameran Keliling di Flotim, UPTD Museum Provinsi NTT Tampilkan 59 Koleksi

Para pengunjung antusias melihat koleksi pada kegiatan Pameran Museum keliling yang berlangsung di Aula Setda

NTT AKTUAL. LARANTUKA. UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan pameran museum keliling yang bertempat di Aula Setda Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Dalam pameran museum yang berlangsung di Larantuka ibu Kota kabupaten Flores Timur ini, UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menampilkan sebanyak 59 Koleksi yang dimana didominasi oleh koleksi-koleksi warisan budaya Lamaholot.

Bacaan Lainnya

Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid, S.Pi.,M.Si saat memberikan sambutannya yang sekaligus membuka dengan resmi kegiatan pameran museum keliling ini, Rabu (25/September/2024) mengatakan pelaku Penjabat Bupati Flores Timur dirinya memberikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Penjabat Gubernur NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT dan juga UPTD Museum Provinsi NTT yang telah memilih Kota Larantuka sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pameran museum keliling tahun 2024. 

Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid, S.Pi.,M.Si saat memukul gong sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan pameran museum keliling di Kabupaten Flores Timur, Rabu (25/September/2024). Dokumentasi : istimewa

“Hal ini tentunya menjadi kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Flores Timur,” ungkapnya.

Tema besar pendidikan dan kebudayaan di Provinsi NTT yakni Sekolah Berkualitas Menuju NTT Cerdas dan Berbudaya diantaranya menekankan pada pendidikan budaya. Museum kemudian menjadi tempat edutainment yang berarti pendidikan yang menyenangkan bagi masyarakat karena museum menjadikan informasi edukatif yang dikemas dalam bentuk hiburan serta entertain, jelas Sulastri.

“Dengan adanya kegiatan pameran museum keliling ini, kita dapat lebih memperkenalkan kepada para generasi muda tentang sejarah peradaban dan kebudayaan daerah,” tuturnya.

Dirinya pada kesempatan ini juga mengajak masyarakat Flores Timur dan juga para pelajar untuk dapat mengunjungi pameran museum keliling ini.

Para pengunjung antusias melihat koleksi pada kegiatan Pameran Museum keliling yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Flores Timur, Rabu (25/September/2024). Dokumentasi : istimewa

Dikesempatan yang sama, Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos,M.Si, saat membacakan laporan panitia mengatakan sejak berdirinya Museum Provinsi NTT sudah banyak mengumpulkan koleksi benda-benda budaya yang dipakai oleh leluhur atau peninggalan kejayaan bangsa dimasa lampau, dengan bekal pengetahuan yang dimiliki pengelola museum selalu berusaha menjaga benda-benda koleksi tersebut, agar penerus bangsa saat ini atau di masa yang akan datang dapat melihat lebih dekat warisan nenek moyang. Pameran merupakan salah satu cara museum berkomunikasi dengan masyarakat dan bersifat edukatif serta rekreatif. 

“Pameran Museum kali ini mengangkat judul ‘Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Flores Timur’, dengan Tema ‘Museum Rumah Peradaban, Membangun Kebanggaan Budaya Melalui Pameran Museum’, dengan pameran museum keliling ini mengajak kita untuk bangga terhadap produk budaya leluhur kita khususnya leluhur Lamaholot, ujarnya.

Dirinya menambahkan tujuan diselenggarakannya kegiatan pameran museum keliling ini yaitu untuk menyebarluaskan informasi tentang tradisi budaya masyarakat Lamaholot sebagai warisan sejarah dan budaya dari nenek moyang serta perwujudan peran museum sebagai Lembaga pelestari warisan budaya, selain itu tujuan lainnya adalah untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan NTT.

Pameran museum keliling ini akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 25 September 2024 sampai dengan 28 September 2024. Jumlah koleksi yang bisa dilihat oleh masyarakat selama pameran ini yaitu berjumlah sebanyak 59 Koleksi, 60 persen adalah koleksi dari Lamaholot dan 40 persen nya merupakan koleksi dari Kabupaten-Kabupaten lain yang berada di Provinsi NTT, jelas Aplinuksi.

Pameran ini terbagi dalam beberapa zona meliputi zona tenunan, anyaman, arsitektur, Gading dan Moko serta zona pembuatan minuman tradisional. Sementara itu bertindak selaku Kurator dalam kegiatan pameran museum keliling ini yakni bapak Drs. Leonardus Nahak.,MA, pungkasnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pos terkait