NTT AKTUAL. SOE. Bertempat di Desa Oebobo Kecamatan Batu Putih dan Desa Mio Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu 04 Mei 2024, Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta), kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat periode bulan Mei 2024 melalui kegiatan penyuluhan Peningkatan Dinamika Kelas Kemampuan Kelompok Tani dan Proses pembuatan dan penerapan Elisitor Biosaka pada lahan usaha tani Padi dan Jagung, dipimpin Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si, Bersama Wakil Sekretaris Saptarina Sula, SP, Bidang Pengabdian Masyarakat Yeni Baramata, SP, Alumni Yasinta Funan, SP, Oriance Ledoh, SP, Thomas Lay, SP, Samuel Dando, SP dan Antonia Laa, SP.
Kegiatan ini terlaksana melalui koordinasi bersama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batu Putih, Penyuluh Pertanian dan Pendamping Lapangan TJPS.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani serta Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka.
“Kami fokuskan pada kelompok tani kelas pemula dan kelas lanjut serta lahan-lahan petani/kelompok tani yang sudah ada pertanaman sehingga setelah praktek cara pembuatannya langsung diaplikasi pada lahan petani/kelompok tani dan akan dilanjutkan oleh para petani/kelompok tani.
Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim (Yasinta Funan dan Oriance Ledoh) menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani maka materi penyuluhan yang disampaikan difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap kelompok tani sebagai organisasi, fungsi kelompok tani (sebagai unit usaha, kelas belajar dan wahana Kerjasama) serta peningkatan kemampuan/kompetensi (aspek kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasikan, kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok) untuk kelas kemampuan kelompok tani pemula menjadi kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama.
Sedangkan untuk mendukung penerapan biosaka maka Ikadana Faperta memberikan bantuan masing-masing desa 1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter serta bantuan benih jagung komposit (lamuru).
Kegiatan ini juga sekaligus mendukung kebijakan/program nasional pemasyarakatan dan penerapan elisitor biosaka kepada petani/kelompok tani dan akan dilanjutkan pada bulan berikutnya di lokasi lainnya.
Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompok tani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik) berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar kita untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usaha tani para petani/kelompok tani.
Tim Biosaka Ikadana Faperta (Antonia Laa, Thomas Lay, Samuel Dando, dan Saptarina Sulla) dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Elisitor Biosaka ini merupakan molekul yang memacu terbentuknya metabolit sekunder di dalam kultur sel atau zat kimia organik dari tumbuhan yang sehat yang apabila disemprotkan pada tanaman akan memberikan suatu sinyal atau mempengaruhi agar tanaman untuk lebih mengaktifkan genetik untuk menghasilkan suatu yang baik bagi tanaman.
Lebih Lanjut secara teknis Tim Biosaka Ikadana Faperta memberikan penjelasan dan praktek bersama mulai dari cara memilih bahan tumbuhannya, cara membuat/meremas bahan biosaka, cara mengukur dan memastikan biosaka yang dibuat berhasil sampai dengan cara melakukan penyemprotan pada tanaman, yang didukung proses pada setiap tahapan oleh semua Tim Alumni Ikadana Faperta yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat. (**)





