NTT AKTUAL. MANGGARAI TIMUR. Tim KKN Tematik Bencana Alam Flores Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan warga Kampung Ranameti, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, merealisasikan program ketahanan pangan pascagempa bumi, Rabu (09/September/2026).
Aksi kemanusiaan ini diwujudkan melalui pembuatan 10 bedeng tanaman sayuran yang dikerjakan secara gotong royong di tengah keterbatasan sarana pascabencana. Dalam kegiatan tersebut, Undana turut menyalurkan bantuan bibit sayuran serta terpal yang difungsikan sebagai wadah penampungan air darurat. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan mandiri bagi warga terdampak, memulihkan aktivitas pertanian lokal, serta menghadirkan solusi atas keterbatasan pasokan air bersih di masa transisi pemulihan.
Kerja Gotong Royong dan Solusi Penampungan Air Darurat
Keterbatasan ketersediaan air pascagempa menjadi salah satu tantangan utama bagi warga Kampung Ranameti dalam mengelola lahan pertanian. Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Undana dan masyarakat mengolah lahan bersama sekaligus memanfaat terpal bantuan untuk menampung air darurat guna menyiram tanaman dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Kelompok KKN Tematik Undana dari Fakultas Pertanian, Francklyn Adhe Jovan Umbu Tunggu, menyampaikan bahwa pengerahan relawan ini merupakan bentuk solidaritas civitas akademika Undana di lapangan.
“Undana hadir bukan hanya memberikan bantuan atau sumbangan, tetapi juga waktu dan tenaga. Kami ingin ikut bekerja bersama masyarakat melalui hal-hal yang bisa dilakukan secara langsung di lapangan,” ujar Francklyn.
Keberlanjutan Program dan Apresiasi Warga
Pengerjaan bedeng sayuran dirancang secara partisipatif agar manfaatnya terus berlanjut secara mandiri oleh warga setempat setelah masa KKN berakhir.
Anggota Kelompok KKN Tematik Undana dari Fakultas Pertanian lainnya, Yompi Kase, menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut. “Kami tidak ingin hanya membuat bedeng lalu selesai. Kami ingin masyarakat bisa melanjutkan apa yang sudah dibuat bersama. Karena itu, kami bekerja langsung dengan masyarakat dan menyesuaikan dengan kondisi lahan serta kebutuhan mereka,” ungkap Yompi. Ia menambahkan bahwa terpal bantuan sengaja dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air darurat untuk menyiasati keterbatasan air bagi tanaman warga.
Aksi gotong royong ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang turut menjamu mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) saat makan siang bersama. Salah seorang warga Kampung Ranameti, Aris Latong, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Undana.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan bibit sayuran dan terpal dari Universitas Nusa Cendana. Bibit ini akan sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan pangan, apalagi kondisi kami setelah bencana belum sepenuhnya stabil,” kata Aris.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Kabupaten Manggarai Timur, Danang Novika Ruswantara, S.I.Kom., S.A.B., M.I.Kom., menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Undana untuk mendampingi masyarakat pascagempa melalui kerja bersama, edukasi, dan optimalisasi sumber daya lokal. (*Undana)





