NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Di tengah gempa susulan yang masih terus mengguncang Pulau Flores, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memilih datang langsung menemui masyarakat terdampak bencana. Bukan sekadar mengirim bantuan, ia membawa pesan bahwa penderitaan satu daerah di Flores adalah keprihatinan seluruh warga Nusa Tenggara Timur.
Wali Kota Kupang mengawali perjalanan kemanusiaan tersebut dengan mengunjungi Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (25/Agustus/2026), sebagai daerah pertama dari enam kabupaten yang menjadi sasaran penyaluran bantuan Pemkot Kupang.
Enam kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan Sikka.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 635 juta, terdiri atas Rp 500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kupang dan Rp 135 juta yang dihimpun dari donasi ASN lingkup Pemkot Kupang serta aksi penggalangan dana yang dilakukan Wali Kota dengan turun langsung ke ring tinju dalam laga ekshibisi di arena Pameran Pembangunan NTT beberapa hari sebelumnya.
Selain bantuan uang tunai, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.
Wali Kota menegaskan, keputusan untuk mengantar langsung bantuan tersebut bukan sekadar seremoni penyaluran, melainkan bagian dari pesan solidaritas antar sesama warga Flores dan NTT.
“Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian. Satu pulau terluka, yang lain siap membantu. Kemanusiaan tidak memiliki batas wilayah,” ujar dr. Christian.
Menurutnya, meskipun Kota Kupang tidak menjadi wilayah yang ikut merasakan langsung guncangan gempa seperti yang terjadi di Flores, masyarakat Kota Kupang tetap merasakan penderitaan yang dialami saudara-saudaranya.
Karena itu, ia memilih datang sendiri untuk memastikan pesan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat di daerah terdampak.
“Saya mau antar sendiri. Saya ingin menyampaikan kepada daerah-daerah lain bahwa kalau ada saudara-saudari di Flores tidak sendirian. Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” katanya.
Dari Manggarai Barat, perjalanan kemanusiaan Wali Kota berlanjut ke Kabupaten Manggarai. Pada Selasa malam, dr. Christian Widodo tiba di Posko BPBD Kabupaten Manggarai dan menyerahkan bantuan kepada pemerintah daerah setempat.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kota Kupang. Menurutnya, nilai bantuan bukanlah hal yang paling utama dibandingkan kehadiran langsung Wali Kota Kupang di tengah situasi bencana.
“Bagi kami, bukan soal berapa besar bantuannya. Kehadiran Pak Wali sudah lebih dari cukup sebagai tanda simpati bagi kami. Kehadiran langsung datang membawa bantuan itu luar biasa,” ujar Yulianus.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., yang menyambut langsung kedatangan Wali Kota Kupang di Posko BPBD Kabupaten Manggarai.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Wali Kota Kupang memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai bantuan yang diserahkan.
“Jumlah bukan soal. Kehadiran ini menjadi yang paling penting. Atas nama masyarakat Manggarai, kami menyampaikan terima kasih,” kata Herybertus.
Bupati Manggarai juga menitipkan pesan khusus bagi warga Manggarai yang saat ini berada di Kota Kupang dan tengah mengkhawatirkan kondisi keluarga mereka di kampung halaman.
Menurutnya, kehadiran Wali Kota Kupang dan bantuan yang dibawa dari Kota Kupang dapat menjadi penguat sekaligus penenang bagi warga Manggarai di perantauan.
“Titip masyarakat Manggarai yang ada di Kota Kupang, yang selama ini mungkin mengkhawatirkan keadaan keluarga di Manggarai. Dengan melihat kehadiran Pak Wali, mereka bisa menjadi lebih tenang,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, S.H. (*PKP/NA)





