NTT AKTUAL. KUPANG. Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2026 mencapai Rp 41,13 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,87 triliun.
Ekonomi NTT triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (y-on-y). Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 18,38 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 12,23 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B.Kale, S.Si.,M.Si, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik secara virtual, Rabu (05/Agustus/2026).
“Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan II-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 7,11 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 12,95 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 64,58 persen,” ujar Matamira.
Perekonomian NTT pada Semester I-2026 tumbuh sebesar 5,16 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 21,94 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,19 persen, jelasnya.
Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II-2026 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 29,40 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 63,29 persen, pungkasnya. (*/NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





