BOTASUPAL Berhasil Musnahkan 1.723 Lembar Uang Rupiah Palsu di Wilayah NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangkaian HUT BHAYANGKARA ke 80 dan HUT Bank Indonesia ke 73, POLDA NTT bersama Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) Provinsi NTT, melaksanakan Pemusnahan Terhadap Uang Rupiah Palsu bertempat di lapangan POLDA NTT, Rabu (1/Juli/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kepolisian Daerah NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Prov NTT, Ibu Emilia Nomleni, Kabag Ops BINDA NTT, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C, Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang Bapak H. Fery Haryanta, S.H., FORKOPIMDA NTT, dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Didiet Aditya Budi Prabowo.

Bacaan Lainnya

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo menjelaskan bahwa pemusnahan dilakukan terhadap 1.723 lembar Rupiah Palsu yang berasal dari hasil klarifikasi atas laporan masyarakat atas uang yang diragukan keasliannya, serta hasil pengolahan uang atas setoran perbankan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.

Pemusnahan dilakukan sesuai standar operasional prosedur dengan cara diracik menggunakan mesin peracik kertas yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang, jelasnya.

Adapun seluruh unsur BOTASUPAL NTT dan FORKOMPINDA NTT yang hadir turut serta secara langsung memusnahkan uang Rupiah Palsu menggunakan mesin racik sebagai simbol penegakan terhadap peredaran uang palsu.

Didiet menambahkan dampak beredarnya uang palsu tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, namun juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional dan menurunkan kepercayaan publik terhadap mata uang rupiah. Untuk itulah kegiatan pemusnahan uang Rupiah palsu dilaksanakan pagi ini, sekaligus merupakan yang pertama di NTT.

“Bank Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan Pemusnahan Ini. Apresiasi juga diberikan kepada Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA yang telah menerbitkan surat penetapan pemusnahan uang Rupiah Palsu untuk mendukung kelancaran kegiatan pemusnahan,” ujarnya.

Ke depan sinergi antara Unsur BOTASUPAL dan Aparat Penegak Hukum akan semakin diperkuat dalam upaya memberantas tindak pidana kejahatan pemalsuan Uang Rupiah, demi menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara.

Adapun Bank Indonesia juga akan terus memperkuat Upaya preventif dan edukasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah serta pengenalan ciri – ciri keaslian uang Rupiah Melalui 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang) dan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi, Jangan Distapler dan Jangan Dicoret), tutup Didiet. (*BI/NA)

Pos terkait