NTT AKTUAL. DENPASAR. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak Wartawan di Kota Kupang mengunjungi Provinsi Bali, untuk lebih melihat dan mengenal secara langsung jejak inovasi ekonomi yang ada di pulau Dewata tersebut.
Kunjungan ini diadakan dalam serangkaian kegiatan Media Gathering Semester I Tahun 2026 yang di gelar OJK NTT, Senin (27/April/2026).
Sektor usaha yang di kunjungi di pulau Bali dalam kegiatan ini adalah Pabrik PT. Cau Coklat Internasional, Subak Bengkel Tabanan dan Joger Bali.
Saat berada di pabrik PT Cau Coklat Internasional yang terletak di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, para Wartawan di ajak untuk melihat lebih dekat proses pembudidayaan kakao hingga ke tahapan produksi menjadi coklat.
Dalam rutinitasnya yang bersifat organik, PT Cau Coklat Internasional juga aktif membudidayakan petani kakao yang berada di sekitar lokasi pabrik, agar pada akhirnya para petani juga lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas kakao yang dihasilkan.

Ir. Made Budiana, selaku Asisten General Manager di PT Cau Coklat Internasional mengatakan pada aspek pemasaran, produk di ekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Cina dan produk pasta coklat nya di ekspor ke Australia dan pasaran lokal pasta coklatnya menjangkau kota Surabaya, Jakarta serta sejumlah kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sementara itu saat mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subak Bengkel yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, inovasi yang di lihat adalah inovasi pertanian.

Pengelola Gapoktan Subak Bengkel, Pande Putu Widia Paramata, kepada Wartawan mengatakan Gapoktan ini diikuti oleh sebanyak 500 orang lebih petani, dan mengolah persawahan seluas 330 Hektar.
“Gapoktan ini juga memiliki sejumlah unit usaha seperti pengadaan pupuk, penggilingan padi dan sejumlah unit usaha lainnya,” ujarnya.
Hasil beras yang dihasilkan dari Gapoktan ini juga cukup besar karena per hektar dari areal sawah bisa menghasilkan 7,5;ton gabah kering. Beras yang dihasilkan biasanya dipasarkan ke Bulog dan sebagaian nya ke distributor, jelas Pande Putu.
Tidak hanya itu, inovasi hebat lainnya yang dihasilkan Gapoktan ini mampu menciptakan irigasi dengan swadaya untuk mengairi 330 Hektar Area persawahannya. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





