NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 Kota Kupang sebagai daerah otonom yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (25/April/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta seluruh pimpinan perangkat daerah, ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai momentum bersejarah ini sebagai refleksi atas perjalanan panjang pembangunan Kota Kupang yang telah berlangsung selama 140 tahun, serta 30 tahun sebagai daerah otonom.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud rasa syukur karena kita telah menjadi saksi perjalanan panjang penuh pengorbanan, pelayanan, dan kebersamaan,” ungkapnya.
Menurutnya, peringatan HUT tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Otonomi Daerah. Ia menegaskan bahwa otonomi bukan sekadar kewenangan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Wali Kota juga kembali menekankan filosofi dasar pemerintahan Kota Kupang, yakni memerintah adalah melayani. Ia berharap semangat pelayanan terus menjadi budaya kerja di seluruh perangkat daerah.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengumumkan pelaksanaan perdana Malam Karnaval Budaya yang akan digelar pada hari yang sama. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Kupang sebagai ruang ekspresi bagi seluruh komunitas etnis untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing.
“Karnaval budaya ini adalah mimpi kita bersama agar menjadi agenda tahunan bahkan event nasional yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kupang, di antaranya keberhasilan meraih penghargaan strategic leadership tingkat nasional yang dinilai berdasarkan indikator objektif seperti Indeks Pembangunan Manusia, tingkat pengangguran terbuka, dan angka kemiskinan.
Selain itu, berbagai sektor pembangunan menunjukkan tren positif, antara lain:
• Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen;
• Sanitasi rumah tangga telah mencapai 80 persen;
• Penanganan sampah menunjukkan peningkatan signifikan dengan indeks kebersihan naik dari 41,93 menjadi 58;
• Angka stunting berhasil ditekan hingga 16,8 persen;
• Indeks pelayanan publik berada pada kategori A-;
• Pengelolaan keuangan daerah memperoleh nilai 94,17, terbaik di NTT;
• Tingkat perbaikan jalan, termasuk jalan lingkungan, mencapai 80,18 persen.
Di sektor sosial, program pelayanan publik seperti layanan kedukaan gratis serta jaminan kesehatan darurat bagi masyarakat kurang mampu juga berjalan dengan baik.
Wali Kota menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan warga Kota Kupang atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin.
“Kalau kita berjalan sendiri, kita hanya setetes air. Tetapi jika bersama, kita menjadi samudera luas,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu membangun Kota Kupang dengan semangat persaudaraan dan cinta terhadap daerah.
“Marilah kita bangun kota ini bukan dengan ego, tetapi dengan cinta. Bukan dengan perbedaan, tetapi dengan persaudaraan. Kota ini bukan hanya milik kita hari ini, tetapi milik generasi masa depan,” pungkasnya.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, ASN, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kota Kupang juga menyerahkan sejumlah penghargaan, santunan, dan bantuan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian kepada masyarakat. Penghargaan yang diberikan antara lain Satya Lencana Karya Satya bagi ASN dengan masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun.
Selain itu, diserahkan pula penghargaan dan santunan bagi ASN yang memasuki masa purna tugas, santunan bagi ahli waris ASN yang telah meninggal dunia, serta bantuan sosial bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Kupang juga menyerahkan bantuan sarana kebersihan berupa unit motor sampah untuk mendukung peningkatan layanan persampahan di tingkat kelurahan. Di bidang sosial, diberikan pula bantuan alat bantu disabilitas serta paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat.
Tak hanya itu, Pemkot Kupang turut menyalurkan hibah kepada lembaga keagamaan serta bantuan bagi panti asuhan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di Kota Kupang.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT, diserahkan pula hadiah kepada para pemenang lomba, termasuk lomba bercerita tingkat PAUD se-Kota Kupang. (*PKP/NA)





