NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Kupang di Ruang Kerja Wali Kota, Selasa (21/April/2026). Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua LPTQ Kota Kupang, Muhammad Khairil, S.STP., M.Si., Ketua Panitia MTQ Tingkat Kota Kupang, Rahmat Mukolang, S.E., M.Si., serta perwakilan dari Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kementerian Agama Kota Kupang.
Mengawali pertemuan, Ketua Panitia MTQ Tingkat Kota Kupang, Rahmat Mukolang, S.E., M.Si., menyampaikan laporan terkait progres persiapan. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 148 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Kupang.
Rahmat Mukolang, S.E., M.Si., menjelaskan, pelaksanaan MTQ direncanakan berlangsung selama empat hari, yakni pada 1 hingga 4 Mei 2026, dengan lokasi kegiatan dipusatkan di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang. Pembukaan dijadwalkan pada Jumat, 1 Mei 2026 sore.
Terkait kesiapan sarana, ia menyampaikan bahwa panitia telah berkoordinasi dengan pihak kampus untuk penggunaan fasilitas selama kegiatan berlangsung. Namun, masih terdapat kendala pada kualitas sound system yang dinilai kurang memadai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus, namun untuk sound system memang masih perlu perhatian karena kualitasnya belum maksimal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan agar panitia memberikan perhatian khusus pada kualitas tata suara, mengingat MTQ merupakan ajang pembacaan Al-Qur’an yang membutuhkan kejernihan dan kualitas audio yang baik.
“Yang utama itu sound system. MTQ ini membaca Al-Qur’an, jadi harus terdengar jelas, indah, dan khusyuk. Jangan sampai kemampuan peserta terganggu hanya karena peralatan,” tegasnya.
Dalam diskusi lanjutan, panitia juga memaparkan rencana teknis pelaksanaan lomba yang mencakup 13 cabang dengan total 25 golongan putra dan putri. Seluruh cabang lomba akan dilaksanakan secara paralel di beberapa ruangan guna memastikan kegiatan dapat selesai dalam waktu empat hari.
Wali Kota kemudian menyoroti terkait konsumsi peserta. Ia mengarahkan agar kebutuhan peserta tetap menjadi perhatian, termasuk kemungkinan penyediaan makanan ringan selama kegiatan berlangsung, tanpa mengabaikan prioritas utama pada kebutuhan teknis.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan rencana untuk kembali menghadap Wali Kota setelah pelaksanaan MTQ tingkat kota, guna membawa para juara untuk mendapatkan arahan dan motivasi sebelum mengikuti MTQ tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Kabupaten Nagekeo.
Menanggapi hal itu, Wali Kota menyatakan kesiapannya untuk menerima para peserta dan memberikan pembekalan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan anggaran bagi peserta yang akan mewakili Kota Kupang di tingkat provinsi.
“Pastikan anak-anak yang juara ini bisa berangkat dengan baik. Kalau ada sisa anggaran, utamakan untuk mendukung mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam pembahasan turut mencuat rencana Kota Kupang untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Wali Kota menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung.
“Saya sangat senang kalau Kota Kupang jadi tuan rumah. Kita harus siap, termasuk dari sisi perencanaan,” ungkapnya, seraya mengarahkan agar usulan tersebut segera disampaikan dalam forum resmi tingkat provinsi.
Mengakhiri pertemuan, Wali Kota kembali mengingatkan panitia agar memperhatikan seluruh aspek teknis di setiap lokasi lomba, terutama kualitas sarana pendukung, sehingga bakat para peserta dapat tersalurkan secara maksimal tanpa kendala. (*PKP/NA)





