Menantang Ketinggian Demi Terang Ramadan: Perjuangan Tanpa Henti Pasukan ‘Langit’ PLN UPT Kupang

Ketinggian bukan menjadi hambatan bagi para petugas PLN ULTG Flores bekerja keras untuk memperbaiki Titik Panas pada T.04 Exp 2 Gardu Induk Ulumbu - PLTP Ulumbu Kabupaten Manggarai

NTT AKTUAL. KUPANG. Di balik terangnya lampu saat umat Muslim menjalankan ibadah salat tarawih dan santap sahur, ada deru napas dan tetesan keringat para petugas transmisi yang bekerja di ketinggian puluhan meter. Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang memperketat pemeliharaan jaringan demi memastikan pasokan listrik ke masyarakat tanpa kedip.

Perjuangan ini terlihat nyata di Pulau Timor pada Selasa (03/Maret/2026). Tim Pemeliharaan Jaringan Transmisi ULTG Kupang melakukan aksi heroik dengan melakukan perbaikan pada span 46 transmisi jalur Bolok – Maulafa. Salah seorang petugas harus bergelantungan di atas konduktor (kabel transmisi) untuk memperbaiki kawat rantas yang berpotensi memicu gangguan. Di tengah embusan angin kencang, konsentrasi tinggi dan prosedur keselamatan menjadi satu-satunya sandaran demi tuntasnya pekerjaan.

Bacaan Lainnya
Ketinggian bukan menjadi hambatan bagi para petugas PLN ULTG Flores bekerja keras untuk memperbaiki Titik Panas pada T.04 Exp 2 Gardu Induk Ulumbu – PLTP Ulumbu Kabupaten Manggarai

Tak hanya di Timor, semangat serupa menjalar hingga Pulau Flores. Pada Selasa (24/Februari/2026), tim ULTG Flores Barat bergerak cepat melakukan perbaikan hot spot (titik panas) pada transmisi GI – PLTP Ulumbu. Ketelitian dalam menangani titik panas ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan peralatan yang dapat mengganggu sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Manager PLN UPT Kupang, Muhammad Husen, menjelaskan bahwa setiap langkah di atas tower transmisi telah direncanakan dengan matang melalui prosedur keselamatan yang ketat.
“Pekerjaan di ketinggian memiliki risiko yang sangat tinggi, apalagi dengan tantangan cuaca yang tidak menentu. Kami sangat bangga dengan dedikasi tim yang tetap fokus dan teliti. Komitmen kami jelas: keandalan sistem adalah harga mati, terutama di momentum sakral seperti Ramadan dan Idul Fitri di mana aktivitas masyarakat meningkat,” ungkap Husen.

Sementara iitu General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi para petugas yang ia sebut sebagai garda terdepan terang Ramadan.
“Ibadah Ramadan masyarakat NTT adalah prioritas kami. Di saat masyarakat bersiap menyambut bulan suci, rekan-rekan kami di lapangan justru bekerja lebih ekstra, bahkan harus bertaruh nyawa di ketinggian menantang cuaca. Kami ingin memastikan masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk tanpa perlu khawatir akan gangguan listrik. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk NTT,” ujar Eko.

Keberhasilan pemeliharaan ini merupakan buah dari kerja sama tim yang solid antara petugas di atas tower, personel di atas konduktor, hingga tim pendukung di bawah. Melalui upaya terpadu ini, PLN berkomitmen menjaga denyut listrik di seluruh pelosok NTT, membawa terang dan kenyamanan bagi setiap keluarga selama menjalankan ibadah hingga hari kemenangan tiba. (*PLN)

Pos terkait