Jalan Rusak di Depan RS Boromeus Belo Picu Kemacetan dan Rawan Kecelakaan, Warga Desak Pemkot Kupang Segera Bertindak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kondisi ruas jalan yang rusak parah di kawasan Bello, Kota Kupang, tepatnya di depan Rumah Sakit Boromeus Belo, memicu keresahan masyarakat. Kerusakan yang mencapai hampir setengah badan jalan membuat arus lalu lintas terganggu dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara.

Pada Sabtu (7/Maret/2026), sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan hancur sehingga kendaraan yang melintas harus saling berebut jalur. Situasi ini kerap menimbulkan kemacetan, bahkan beberapa kali hampir terjadi tabrakan karena kendaraan harus bergantian melewati bagian jalan yang masih bisa dilalui.

Bacaan Lainnya

Warga menilai kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena lokasi jalan berada di kawasan vital yang berdekatan dengan rumah sakit. Kerusakan jalan dikhawatirkan dapat menghambat mobilitas masyarakat, termasuk kendaraan yang membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.

“Di Bello ini ada rumah sakit, jadi kalau jalannya rusak seperti ini sangat mengganggu. Kendaraan sering macet dan pengendara harus saling menghindar karena sebagian badan jalan sudah hancur,” ujar seorang warga setempat.

Selain itu, kawasan Bello juga dilintasi kendaraan berat seperti truk yang setiap hari melintas. Intensitas kendaraan besar tersebut dinilai memperparah kerusakan jalan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera diperbaiki.

Warga juga menyoroti adanya perbaikan jalan sebelumnya di kawasan yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Namun perbaikan hanya dilakukan di sekitar area sekolah Sekolah Tunas Gloria dan kawasan Perumahan Vila Gloria, sementara ruas jalan yang berada di depan rumah sakit hingga kini belum tersentuh perbaikan.Karena itu masyarakat berharap Pemerintah Kota Kupang segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut.

Perbaikan dinilai penting untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas pelayanan kesehatan dan lalu lintas kendaraan yang cukup padat.Jika dibiarkan berlarut-larut, warga khawatir kerusakan jalan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang lebih serius. (**)

Pos terkait