Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Raedewa, Sabu Raijua, PLN Peduli Hadirkan Sarana Tani Komunal

Penyerahan secara simbolis bantuan TJSL PLN Peduli oleh General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, kepada Kepala Desa Raedewa, Hardy Djun Wabang pada acara peresmian pembangkit Hybrid 2 MW PLTD dan 1,1 MWac PLTS di Desa Eilode, Sabu Raijua

NTT AKTUAL. SABU RAIJUA. Di tanah Sabu Raijua yang dikenal eksotis namun penuh tantangan air, sebuah harapan baru tengah disemaikan. Menyambut momen Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menghadirkan sentuhan nyata bagi masyarakat Desa Raedewa melalui program Electrifying Agriculture dan kebun komunal.

Penyerahan bantuan sarana pengairan dan fasilitas pendukung ini dilakukan langsung oleh General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, bertepatan dengan momen bersejarah peresmian Pembangkit Listrik Hybrid (2 MW PLTD dan 1,1 MWac PLTS) di Desa Eilode Kecamatan Sabu Tengah pada Kamis (22/Oktober/2026).

Bacaan Lainnya
Penyerahan secara simbolis bantuan TJSL PLN Peduli oleh General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, kepada Kepala Desa Raedewa, Hardy Djun Wabang pada acara peresmian pembangkit Hybrid 2 MW PLTD dan 1,1 MWac PLTS di Desa Eilode, Sabu Raijua

Lahan seluas 2,29 hektare yang dulunya belum tergarap optimal, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas pertanian produktif. PLN Peduli hadir melengkapi kebun komunal Raedewa dengan jaringan pengairan berbasis listrik 2.200 VA, reservoir berkapasitas 10,6 m³, sumur gali buis beton, pemipaan, hingga 20 unit tangki penyiraman.

Tak sekadar menyiram tanaman, fasilitas air ini juga memberi kebahagiaan bagi 10 kepala keluarga di sekitar area kebun yang kini mendapat akses air bersih harian.

Semangat gotong royong terpatri kuat lewat keterlibatan 54 petani lokal dari Kelompok Tani Daidoro Mandiri dan Kelompok Tani Sehati. Dengan infrastruktur yang memadai, para petani yang didominasi kaum muda desa mulai menanam komoditas hortikultura bernilai jual seperti bawang, tomat, cabai, dan kacang panjang.

Riko Laga Rae, Ketua Komite Air Kebun Komunal, menyampaikan rasa harunya saat menyaksikan tanah desa mulai ditanami.

“Pekerjaan fisik telah usai, kini saatnya kami membuktikan kebersamaan ini. Kami berharap hasil panen ke depan tidak hanya mencukupi gizi keluarga, tetapi juga mendatangkan pendapatan baru bagi warga Raedewa,” tutur Riko.

Agar dampak program bertahan jangka panjang, PLN turut memfasilitasi pelatihan pembuatan pupuk organik serta manajemen pengelolaan air. Sinergi ini juga memicu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang berencana menyalurkan traktor tangan serta kawat pagar untuk mendukung operasional petani.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat adalah untuk menebar manfaat yang berkelanjutan (Creating Shared Value).

“Sumpah Pemuda mengajarkan kita arti penting persatuan. Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan anak-anak muda di Desa Raedewa adalah bukti bahwa energi listrik tak hanya menerangi rumah, tetapi sanggup menghidupkan perekonomian dan menekan biaya operasional pertanian masyarakat,” ujar Eko.

Melalui program ini, Kebun Komunal Raedewa siap menjadi inspirasi baru tentang bagaimana listrik dan semangat muda mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di ujung timur Indonesia. (*PLN)

Pos terkait