NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan dan ekonomi merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh setiap Kelurahan. Dalam hal ini Kelurahan Bakunase II yang berada di Kota Kupang terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal guna terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lurah Bakunase II, Andrew Christo Johannis Messakh, S.IP., M.Si, saat ditemui Media ini, Rabu (21/Oktober/2026) mengatakan peran pemberdayaan disektor kesehatan dirasakan cukup penting apalagi terkait Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) karena akses pelayanan paling dekat dan mendasar bagi masyarakat adalah Posyandu sebelum naik ke jenjang Puskesmas.

Dirinya menambahkan sampai dengan saat ini jumllah Posyandu di Kelurahan Bakanuse II adalah Lima Posyandu.
“Salah satu dari lima Posyandu tersebut yakni Posyandu Bougenvil telah disiapkan menjadi pilot project Posyandu 6 SPM. Beberapa waktu lalu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya yang juga adalah istri Wali Kota Kupang sudah memberikan bantuan berupa fasilitas seperti meja dan kursi di Posyandu Bougenvil,” ujar Andrew.
Posyandu 6 SPM adalah transformasi Posyandu yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat Kelurahan, jelasnya.
Sementara pemberdayaan masyarakat dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat, Kelurahan Bakunase II aktif mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Untuk mendorong pengembangan UMKM tersebut, pada setiap event-event tingkat Kelurahan Bakunase II para pelaku UMKM turut dilibatkan,” kata Andrew.
Dilibatkan nya para pelaku UMKM dalam setiap event Kelurahan, otomatis hal tersebut turut membantu promosi dagangan atau produk-produk UMKM. “Sebagai contoh jagung pulut Bakunase II itu sudah dikenal nikmat dan cukup familiar di tengah masyarakat, oleh karena itu promosi merupakan salah satu sarana untuk terus mengembangkan UMKM itu sendiri,” jelasnya.
Dalam pengembangan UMKM di Kelurahan Bakunase II dirinya memiliki kerinduan agar produk-produk UMKM di Kelurahan Bakunase II juga dapat memiliki label atau merek.
“Saya berharap mungkin dari pihak perbankan atau swasta dapat melihat produk UMKM di Kelurahan Bakunase II sebagai peluang bisnis, dan bisa membantu atau bekerjasama dengan para pelaku UMKM untuk membuat label mereka, atau jenis pengembangan lainnya,” tuturnya.
Pada kesempatan ini dirinya juga menyampaikan bahwa program pemberdayaan masyarakat dari Lurah sebelumnya juga akan terus dilakukan oleh dirinya bersama staf Kelurahan Bakunase II.
Tidak hanya berkonsentrasi pada sektor kesehatan dan ekonomi, dalam pemberdayaan masyarakat Kelurahan Bakunase II juga memberikan perhatian serius bagi pengembangan sektor-sektor lain yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat itu sendiri, pungkasnya. (NA)
Penulis+ Editor : Nataniel Pekaata





