Pemprov NTT dan SKALA Dorong Kader Tingkatkan Akses Layanan bagi Penyandang Disabilitas

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didukung Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Bahasa Isyarat bagi Kader dan Pelaksana Layanan.

Kegiatan workshop tersebut bertujuan untuk memperkuat layanan yang inklusif dan ramah disabilitas bagi kader-kader posyandu di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Bacaan Lainnya

Workshop yang berlangsung selama empat hari itu, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, sekaligus Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, di Sumba Meeting Room, Hotel Harper Kupang, Rabu (21/Oktober/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh kader posyandu, pendamping disabilitas, dan perwakilan pelaksana layanan publik di Kota Kupang, dengan menghadirkan narasumber dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

Dalam sambutannya, Henderina Laiskodat menyampaikan apresiasi terhadap program SKALA, yang mendukung terselenggaranya workshop penguatan kapasitas bahasa isyarat.

Ia menegaskan, penguasaan bahasa isyarat menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan layanan publik yang ramah bagi teman tuli dan penyandang disabilitas.

“Selama ini teman tuli sering terkendala akses informasi dan layanan karena keterbatasan komunikasi. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan kader dan pelaksana layanan di garda terdepan mampu berkomunikasi secara efektif dan berempati,” kata Henderina.

Dengan kegiatan workshop ini, kader posyandu diharapkan dapat memberikan rasa aman dan pelayanan yang setara kepada pasien penyandang disabilitas di setiap fasilitas kesehatan.

“Pastikan teman-teman tuli mendapatkan informasi kesehatan yang sama jelasnya dengan kita yang normal atau tidak dengan kebutuhan khusus,” tegasnya.

Workshop ini, tidak hanya mengajarkan teknik dasar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), tetapi juga membangun perspektif inklusif dalam pelayanan.

“Misi ini sejalan dengan komitmen Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk memastikan pembangunan yang inklusif, di mana perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas mendapat ruang dan kesempatan yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) SKALA NTT, Ferderika Tadu Hungu, menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen program SKALA, untuk mendorong prinsip inklusif dalam layanan dasar.

“Pelatihan hari ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas bahasa isyarat. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk membuka akses dan memastikan orang dengan kebutuhan khusus mendapat perhatian khusus secara inklusif,” ungkap Ferderika.

SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), merupakan program kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia, yang juga fokus pada kesetaraan gender dan inkulsi sosial.

Sinergi Pemprov NTT bersama program SKALA telah menghasikan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, mulai dari keringanan pajak kendaraan untuk disabilitas, hingga memfasilitasi aspirasi kelompok rentan untuk masuk dalam rencana program pembangunan daerah.

Ferderika juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan semua narasumber dari Komunitas Tuli Kupang, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berharap, para kader dan pelaksana layanan mampu menjadi agen inklusi di komunitasnya masing-masing, sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan dasar,” tutupnya. (*)

Pos terkait