Undana dan BNI Perkuat Kolaborasi, Targetkan Kantor Layanan di Kampus Beroperasi Akhir 2026

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Nusa Cendana (Undana) memperluas jejaring kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) melalui rencana pembukaan kantor layanan perbankan di dalam kawasan kampus yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Desember 2026.

Langkah ini diambil guna mempermudah akses transaksi finansial bagi seluruh sivitas akademika sekaligus menjadi sarana edukasi, pengembangan kompetensi, serta penyiapan mahasiswa agar dapat langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri.

Bacaan Lainnya

Rencana strategis tersebut dibahas dalam pertemuan antara pimpinan Undana dan jajaran BNI di Rektorat Undana, Kamis (13/Agustus/2026). Hadir dari pihak Undana, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Yefri C. Adoe, S.E., M.AP. Sementara jajaran BNI dipimpin oleh Area Business Support Team Leader NTT, Gede Adi Hartana, bersama tim.

Gede Adi Hartana menjelaskan bahwa BNI tengah menyiapkan tahap renovasi bangunan calon kantor layanan tersebut. Proses tender dengan nilai proyek cukup besar ini dijadwalkan mulai awal September 2026 dan diperkirakan memakan waktu dua bulan hingga penetapan pemenang, sehingga pengerjaan fisik akan berlangsung hingga akhir tahun di tengah potensi musim hujan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai hal tersebut.

Selain mendekatkan akses layanan perbankan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, keberadaan BNI di kampus diarahkan sebagai sarana pembelajaran industri keuangan. BNI turut menyediakan ruang pengembangan diri dan pengalaman kerja bagi generasi muda, salah satunya melalui program pembinaan serta rekrutmen Bina BNI yang menawarkan pembekalan kompetensi dan sertifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menyambut positif keterbukaan kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis agar siap menghadapi tantangan bonus demografi 2033 menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada prinsipnya, salah satu indikator institusi kami adalah lulusan kami bisa langsung diserap oleh sektor industri. Karena itu, kompetensi mereka harus terus ditingkatkan,” ujar Prof. Philiphi.

Melalui kemitraan ini, Undana dan BNI berkomitmen menghadirkan manfaat ganda, baik dari sisi efisiensi layanan perbankan maupun pemenuhan kebutuhan literasi keuangan dan penyerapan tenaga kerja pasca pendidikan. (*Undana/NA)

Pos terkait