Dari Fatubena, Semangat Pramuka Menyalakan Harapan Baru bagi Generasi Muda NTT

Gubernur NTT,

NTT AKTUAL. KUPANG. Mentari pagi menyinari Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang, saat ratusan anggota Pramuka dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Timur berdiri tegap mengenakan seragam kebanggaan mereka. Di antara deretan tenda dan kibaran Merah Putih, Jambore Daerah Pramuka X Tahun 2026 bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk menempa karakter, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan harapan akan lahirnya generasi muda NTT yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi bagi daerah.

Semangat itulah yang ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTT saat membuka secara resmi Jambore Daerah Pramuka X Provinsi Nusa Tenggara Timur di Bumi Perkemahan Fatubena-Kolhua, Kota Kupang pada Rabu (29/Juli/2026).

Bacaan Lainnya

Jambore yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Selama sepekan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menjadi generasi muda yang berdaya saing serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat bersalaman dengan salah satu anggota Pramuka

Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Jambore Daerah X.

Gubernur juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, kepala sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk kembali memperkuat Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan kepramukaan sehingga mampu membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial,” ungkap Gubernur Melki.

Gubernur turut mendorong setiap kwartir agar terus berkreasi dan berinovasi melalui pengembangan berbagai produk unggulan serta aktivitas yang memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia” diharapkan menjadi perekat persatuan sekaligus mendorong kecintaan terhadap daerah masing-masing.

Lebih lanjut, Gubernur memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mempersiapkan diri mengikuti berbagai agenda kepramukaan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap Pramuka NTT mampu menunjukkan karakter yang santun, tangguh, cerdas, dan berprestasi sehingga dapat mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional bahkan dunia, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan potensi, budaya, serta identitas Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat luas.

Secara khusus, Gubernur Melki berpesan kepada seluruh peserta Jambore agar senantiasa menjadi contoh menjauhi penyalahgunaan narkoba, minuman beralkohol, tindak kekerasan, pergaulan bebas, serta berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Ia mengajak seluruh anggota Pramuka untuk menjadikan Trisatya dan Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau nilai-nilai Dasa Darma benar-benar dijalankan, maka kehidupan masyarakat akan semakin damai, bangsa semakin kuat, dan Nusa Tenggara Timur akan semakin maju,” tegasnya.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, penuh persaudaraan, dan mampu melahirkan generasi muda Pramuka NTT yang tangguh, berkarakter, berprestasi, serta siap mengabdi bagi daerah, bangsa, dan negara. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Ayo Bangun Pramuka, Ayo Bangun NTT, Ayo Bangun Indonesia,” tutup Gubernur yang disambut antusias seluruh peserta jambore.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang Christian Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kupang menyampaikan Jambore Daerah X menjadi momentum penting bagi pengembangan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai pusat kegiatan kepramukaan sekaligus ruang edukasi dan wisata berbasis alam. Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut, termasuk penataan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penyediaan fasilitas pendukung agar ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan luar ruang.

Menurut Christian, pembangunan akses jalan menuju Bumi Perkemahan Fatubena tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan jambore, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu yang hadir.

Lebih lanjut, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus disertai pembangunan kualitas manusianya. Dalam hal tersebut, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial bagi generasi muda.

“Kita membangun kota bukan hanya dengan jalan, gedung, dan berbagai infrastruktur. Yang paling penting adalah membangun kualitas manusianya. Pramuka memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan peduli terhadap sesama,” ujar Christian.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk menjelaskan bahwa usai pelaksanaan Jambore Daerah, sebanyak 108 anggota Pramuka NTT akan diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional XII di Cibubur, Jakarta. Ia berharap seluruh kontingen dapat menjaga nama baik Nusa Tenggara Timur, menunjukkan karakter Pramuka yang disiplin, santun, dan berprestasi, serta membawa pulang pengalaman berharga untuk diterapkan di daerah masing-masing.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Ambrosius Kodo, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, melaporkan sebanyak 685 orang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 571 peserta Pramuka Penggalang dan 114 pembina pendamping serta pimpinan kontingen yang berasal dari 17 Kwartir Cabang se-Nusa Tenggara Timur.

Ambrosius menambahkan, selama pelaksanaan jambore para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan umum maupun kegiatan keterampilan, di antaranya upacara pembukaan dan penutupan, api unggun, ibadah, olahraga, anjangsana, forum penggalang, pentas seni, serta berbagai materi kepramukaan seperti mountaineering, navigasi darat, survival, orientasi medan, dan literasi digital. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk Pramuka yang tangguh, disiplin, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. (*BAP)

Pos terkait