NTT AKTUAL. WAINGAPU. Ada yang berbeda dari rutinitas pagi pegawai PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba pada Jumat (12/Juni/2026). Sambil berolahraga jalan sehat, ratusan pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) membawa kantong plastik besar, menyisir jalanan kota dari Kantor PLN UP3 Sumba, melintasi kawasan Pelabuhan Waingapu, UP2K Sumba, hingga area sekitar Gereja Kristen Sumba Waingapu.
Bukan jalan sehat biasa, aksi ini merupakan gerakan pungut sampah serentak dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, para insan PLN ini dengan cekatan memungut botol plastik, kemasan makanan, dan kaleng bekas yang mengotori bahu jalan serta saluran drainase.

Aksi nyata dari ujung selatan Indonesia ini mendapat atensi penuh dari manajemen pusat. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab moral yang melekat dalam setiap operasional PLN.
“Aktivitas bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Apa yang dilakukan oleh rekan-rekan di Sumba adalah refleksi dari komitmen besar PLN dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Kami ingin kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya membawa terang lewat listrik, tetapi juga membawa perubahan perilaku yang lebih hijau dan sehat demi mitigasi perubahan iklim di NTT,” tegas Eko Sulistyono.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Sumba, Ronald Tilmans, mengungkapkan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan cara edukatif untuk menyentuh kesadaran masyarakat. Menurutnya, isu perubahan iklim global harus dijawab dengan langkah-langkah konkret di tingkat lokal.
“Melalui tema ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’, kami ingin menyampaikan pesan kuat bahwa urusan lingkungan adalah urusan kita bersama. Dengan memungut sampah di sepanjang ruang publik ini, kami berharap bisa memantik kesadaran warga kota Waingapu bahwa lingkungan yang bersih adalah modal utama untuk kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Ronald.
Hanya dalam hitungan jam, aksi heroik lingkungan ini berhasil mengamankan sekitar 53 kilogram sampah anorganik yang berpotensi menyumbat saluran air dan merusak estetika kota.
Team Leader K3, Lingkungan & Keamanan PLN UP3 Sumba, John Berchmans, menyebutkan bahwa pembersihan ini difokuskan pada sampah-sampah plastik yang sulit terurai. Ia berharap kegiatan ini dapat mengubah gaya hidup pegawai agar lebih bijak dalam memproduksi sampah harian.
“Kami ingin budaya peduli ini tidak berhenti setelah acara ini selesai, melainkan tertanam menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan kerja. Mengurangi kantong plastik dan menjaga kebersihan drainase adalah langkah proteksi dini kita terhadap bencana lingkungan,” jelas John.
Melalui gerakan bersih-bersih ini, PLN UP3 Sumba berkomitmen untuk terus konsisten menjadi motor penggerak aksi lingkungan di Pulau Sumba, membuktikan bahwa korporasi dapat bertumbuh selaras dengan kelestarian alam. (*PLN/NA)





