NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam momentum peringatan Hari Buku Internasional dan Hari Buku Nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan World Book Day 2026 bertema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Lippo Plaza Kupang sebagai bagian dari komitmen memperkuat budaya literasi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan World Book Day 2026 dihadiri oleh Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda Literasi Provinsi NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, pimpinan perbankan, dan Balai Bahasa Provinsi NTT serta jajaran kepala sekolah, guru, dan perwakilan pelajar SMA/SMK se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M. menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, namun juga harus diiringi dengan pembentukan karakter, integritas, dan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mendukung berbagai program peningkatan literasi demi kemajuan pendidikan di daerah.
Sejalan dengan semangat tersebut, Bank Indonesia melalui KPwBI NTT terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi dalam penguatan literasi melalui kegiatan bedah buku dan berbagai perlombaan yang mendorong kreativitas dan daya pikir kritis generasi muda, antara lain lomba mewarnai, mendongeng, pidato, dan film pendek.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Pokja Bunda Literasi turut menyerahkan bantuan sarana penunjang berupa 1.000 buku bacaan secara simbolis kepada taman dan komunitas baca di NTT.
Selain itu, Bank Indonesia juga meresmikan program Generasi Baru Indonesia (GenBI) kepada 270 mahasiswa/i penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026. Menanggapi sinergi tersebut, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran program-program literasi yang dekat dengan masyarakat sebagai langkah penting untuk menumbuhkan minat baca dan semangat belajar generasi muda NTT.
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi NTT juga meresmikan Mobil Literasi Keliling Literamove yang dikelola oleh Perpustakaan BI NTT sebagai upaya memperluas akses literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar di berbagai wilayah. Kehadiran Literamove diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang interaktif dan menyenangkan serta mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat.
Puncak kegiatan World Book Day 2026 turut diisi dengan sesi bedah buku bersama Dee Lestari yang berlangsung antusias dan dihadiri ratusan peserta. Dalam sesi tersebut, Dee Lestari membagikan pandangan mengenai pentingnya membaca, menulis, dan keberanian menuangkan gagasan sebagai bagian dari proses membangun generasi yang kreatif dan siap menghadapi masa depan.
Melalui penyelenggaraan World Book Day 2026, Bank Indonesia Provinsi NTT berharap semangat literasi dapat terus tumbuh menjadi gerakan kolaboratif yang inklusif dan berkelanjutan. Literasi diharapkan tidak hanya menjadi kemampuan dasar, tetapi juga fondasi dalam membangun generasi NTT yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*BI)





