NTT AKTUAL. SOE. Bertempat di Kelompok tani Tetesan Embun Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta), kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat periode bulan November 2024 melalui kegiatan Penyuluhan Peningkatan Dinamika Kelas Kemampuan Kelompok tani serta Proses pembuatan dan penerapan Elisitor Biosaka, Sabtu (30/November/2024).
Kegiatan ini dipimpin Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si, bersama beberapa alumni antara lain Saptarina Sulla, SP (Wakil Sekretaris), Thomas Lay, S.Hut dan Sadrak Seo, SP. Kegiatan yang terselenggara merupakan kolaborasi antara Ikadana Faperta Provinsi NTT dan Ikadana Faperta Kabupaten TTS dan terlaksana melalui koordinasi bersama ketua Kelompok tani Tetesan Embun, Albinus Sanam dan Ketua Kelompok tani Tunas Mekar, ibu Marni.
Kegiatan penyuluhan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini diikuti oleh pengurus dan anggota kelompo ktani Tetesan Embun dan kelompok tani Tunas Mekar serta masyarakat tani non kelompok tani.
Pada kesempatan ini, Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani serta Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka.
“Kami fokuskan pada kelompok tani bisa menilai sendiri kelas kemampuannya dan meningkatkan kelas kemampuannya serta lahan-lahan petani/kelompok tani yang sudah ada pertanaman sehingga setelah praktek cara pembuatannya langsung diaplikasikan pada lahan petani/kelompok tani dan akan dilanjutkan oleh para petani/kelompok tani,” ujarnya.
Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani maka materi penyuluhan yang disampaikan difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap kelompok tani sebagai organisasi, fungsi kelompok tani (sebagai unit usaha, kelas belajar dan wahana Kerjasama) serta peningkatan kemampuan/kompetensi (aspek kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasikan, kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok) untuk kelas kemampuan kelompok tani pemula menjadi kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama.
Sedangkan untuk mendukung penerapan biosaka dan pengembangan usaha tani maka Ikadana Faperta memberikan bantuan 1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter, bantuan benih jagung hibrida NUSA TIMORE 77 yang diproduksi di NTT dan jagung komposit varietas Lamuru serta membagikan leaflet biosaka dan leaflet kelompok tani.
Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompok tani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik) berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usaha tani para petani/kelompok tani.
Tim Biosaka Ikadana Faperta dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Elisitor Biosaka ini merupakan signal gelombang energi dan molekul yang memacu terbentuknya metabolit sekunder di dalam kultur sel atau zat kimia organik dari tumbuhan yang sehat yang apabila disemprotkan pada tanaman akan memberikan suatu sinyal atau mempengaruhi agar tanaman untuk lebih mengaktifkan genetik untuk menghasilkan suatu yang baik bagi tanaman.
Lebih Lanjut secara teknis Tim Biosaka Ikadana Faperta memberikan penjelasan dan praktek bersama mulai dari cara memilih bahan tumbuhannya, cara membuat/meremas bahan biosaka, cara mengukur dan memastikan biosaka yang dibuat berhasil sampai dengan praktek cara melakukan penyemprotan, yang didukung proses pada setiap tahapan oleh semua Tim Alumni Ikadana Faperta yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat ini. (*)





