Undana Tetapkan Keputusan Operasional Tanggap Bencana Gempa Flores dan Relaksasi Akademik

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Nusa Cendana (Undana) menetapkan keputusan taktis operasional penanggulangan bencana gempa bumi Flores melalui rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang berlangsung di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Senin (17/Agustus/2026).

Langkah strategis yang dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran pimpinan ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik, menyiagakan relawan di lima kabupaten terdampak (Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka), serta memberikan skema penanganan akademis dan finansial khusus bagi mahasiswa terdampak. Intervensi terukur ini dihadirkan sebagai perwujudan nyata narasi Kemdiktisaintek Berdampak dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, Undana memutuskan mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama:

  • Gelombang I (Tim Respon Awal & Asesmen Cepat): Diberangkatkan Rabu, 19 Agustus 2026, menggunakan Kapal Feri DLU via Ende menuju Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Tim terdiri atas 20 personel gabungan (10 anggota Mapala, 5 anggota Menwa, 4 Dosen Pendamping Lapangan, 1 driver), membawa 1 kendaraan logistik.

  • Gelombang II (KKN Tematik Proyek Kemanusiaan): Diberangkatkan Sabtu, 22 Agustus 2026, melibatkan 55 personel yang mencakup Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan (5–7 orang per fakultas), membawa 2 kendaraan logistik dan 1 driver.

Selain pengiriman relawan, Rektor juga mengambil kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator untuk mendukung kegiatan operasional Posko Undana dan Tim Relawan di daerah terdampak. Hasil keputusan rapat lainnya, juga diberlakukan kebijakan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal kuliah hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores serta dukungan skema intervensi khusus Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa aktif yang kediamannya rusak total.

Dari sisi pendanaan, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Dana Taktis Pengabdian Masyarakat, sebesar seratus juta rupiah telah dicairkan pada hari pertama untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan. Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, Rekening Resmi Solidaritas UndanaPeduli (BRI: 0039 01 025671 53 6) telah mencatat dana terhimpun sebesar Rp53.500.000. Posko Utama juga mencatat penerimaan bantuan fisik berupa 125 kg beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, serta paket pampers dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa Undana menerapkan kebijakan local sourcing dengan membeli pasokan sembako langsung dari distributor di Flores guna menekan biaya logistik dan menggerakkan ekonomi lokal. Sesuai rekomendasi BNPB, distribusi bantuan dipusatkan pada dua hub utama, yakni Posko Maumere (melayani Sikka, Nagekeo, Ngada) dan Posko Labuan Bajo (melayani Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur).

Guna mempermudah distribusi logistik serta layanan kesehatan fisik dan mental, Undana membuka koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, hingga jejaring tenaga medis dan Menwa. Langkah ini sekaligus melengkapi apresiasi Rektor atas respons cepat Kemdiktisaintek serta inisiatif Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Timur Indonesia yang turut mengirimkan tim relawan dan bantuan ke Flores. (*Undana)

Pos terkait