NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang Christian Widodo menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Kupang Tahun 2027 yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Rabu (1/April/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang Serana Cosgrova Francis, Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTT, Fernando Jose Lemos Osorio Soares, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Provinsi NTT Alfons Theodorus, Ketua TP PKK Kota Kupang Widya Cahya, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, para asisten Sekda Kota Kupang, anggota DPRD Kota dan Provinsi NTT, serta para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan proses penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang lahir dari aspirasi masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, sebelum diselaraskan dengan perencanaan di tingkat provinsi dan nasional.
Ia juga memaparkan sejumlah terobosan dalam perencanaan pembangunan Kota Kupang, salah satunya pemberian porsi anggaran pembangunan bagi setiap kelurahan.
Menurutnya, mulai tahun 2027 setiap kelurahan di Kota Kupang akan mendapatkan alokasi program pembangunan senilai Rp500 juta yang diwujudkan dalam bentuk program dari perangkat daerah.
“Setiap kelurahan diberi ruang untuk mengusulkan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dengan komposisi 80 persen untuk infrastruktur, 10 persen untuk penguatan ekonomi dan 10 persen untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan ini dibuat untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Kupang, sehingga tidak ada lagi kelurahan yang bertahun-tahun tidak mendapatkan pembangunan infrastruktur.
“Selama ini ada kelurahan yang terus mendapat pembangunan karena faktor tertentu, sementara ada yang tidak tersentuh. Sekarang semua kelurahan mendapat kesempatan yang sama melalui mekanisme Musrenbang,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga memperkenalkan mekanisme evaluasi lintas sektor yang dilakukan setiap tiga bulan sekali bersama seluruh perangkat daerah guna memastikan program pembangunan berjalan secara terintegrasi.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara kolaboratif antar perangkat daerah agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menghasilkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kita tidak boleh gagal dalam perencanaan, karena gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembangunan di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran.
Menurutnya, Kota Kupang memiliki posisi strategis sebagai wajah Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga pembangunan kota ini memiliki pengaruh besar terhadap citra dan kemajuan daerah secara keseluruhan.
“Kota Kupang adalah wajah Provinsi NTT. Baik tidaknya wajah provinsi ini juga sangat ditentukan oleh baik tidaknya Kota Kupang sebagai ibu kota,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong inovasi pembangunan, termasuk upaya memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat serta fokus tematik pembangunan seperti penanganan stunting.
“Di tengah kondisi fiskal yang semakin efisien, saya melihat Pemerintah Kota Kupang tetap mampu melakukan berbagai terobosan pembangunan. Ini patut diapresiasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat dalam memaksimalkan berbagai program nasional yang masuk ke daerah agar dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan yang lebih detail dan tepat sasaran, terutama dalam memanfaatkan anggaran yang terbatas agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Musrenbang RKPD Kota Kupang Tahun 2027 diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga Kota Kupang. (*PKP/NA)





