NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan kualitas kelestarian lingkungan dan juga ekonomi masyarakat, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Yayasan Effata Kupang menjalin kerjasama. Penandatanganan kerjasama berlangsung di ruang kerja Kepala BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT, Kamis (14/Agustus/2025).
Acara penandatanganan kerjasama ini turut dihadiri Ketua Yayasan Effata, David Pella,SH, dan jajaran serta Kepala BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT, Kludolfus Tuames, SP beserta sejumlah jajarannya, tokoh masyarakat serta awak media.

Kepala BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT, Kludolfus Tuames, SP kepada Wartawan mengatakan dirinya berterimakasih karena ada pihak yang berkontribusi aktif dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup di NTT. “Bapak David dan Yayasan Effata mengambil peran aktif dalam segmentasi ini, yakni dalam mendekatkan bibit kepada masyarakat. Jadi konsepnya kami memproduksi bibit di persemaian permanen kami, dan akan di distribusikan kepada Yayasan Effata selaku persemaian penghubung sehingga masyarakat di sekitar persemaian penghubung itu bisa memperoleh bibit tanaman secara gratis, sehingga untuk memperoleh bibit tanaman untuk kelestarian lingkungan masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya,” ucap Kludolfus.
Pasca kerjasama Pihaknya juga akan terus melakukan monitoring dan apabila berjalan baik, pihak BPDAS akan meningkatkan kualitas jumlah bibit tanaman yang disebarkan, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan juga merambah ke jenis-jenis bibit tanaman lainnya “Dengan persemaian penghubung, masyarakat sekitar bisa mengambil bibit tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, sehingga semangat menanam dari masyarakat harus bisa difasilitasi dengan baik sehingga masyarakat yang membutuhkan bibit tanaman dapat mengambilnya di persemaian penghubung tidak mesti datang ke Fatukoa sebagai lokasi persemaian permanen BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT,” jelasnya.
Kludolfus menambahkan sampai dengan saat ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT memiliki lima lokasi persemaian penghubung yakni di Labuan Bajo, Sumba Tengah, Bajawa, Lembata dan Kupang.
“Jadi untuk lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat, kami bekerjasama dengan yayasan Effata guna menjadikan persemaian penghubung di Sulamu,” tuturnya.
Untuk rencana awal bibit tanaman yang akan distribusikan adalah pinang, karena selain dapat melestarikan lingkungan lewat tanaman pinang ini dapat terdampak nyata kepada aspek ekonomi masyarakat.
Ditempat yang sama Ketua Yayasan Effata Kupang David Pella, SH kepada Wartawan mengatakan pada dasarnya Yayasan Effata yang merupakan institusi pendidikan dimana telah berkiprah hampir selama 30 tahun melihat bahwa institusi pendidikan harus juga bisa mengambil peran aktif dalam mendorong penghijauan lingkungan dan juga peningkatan kualitas ekonomi masyarakat.
“BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT telah menyiapkan bibitnya, dan untuk itu institusi pendidikan Effata mengambil peran aktif untuk penghijauan dan dengan tanaman pinang otomatis dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Seperti pantauannya kebutuhan pinang di NTT itu bisa mencapai 4 Triliyun setiap tahunnya, untuk itu lewat dijadikannya yayasan Effata Kupang sebagai salah satu persemaian penghubung akan melibatkan masyarakat agar masyarakat dapat secara langsung memperoleh bibit pinang,” jelas David.
Dirinya berterimakasih kepada Kepala BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT yang telah menjadikan yayasan Effata sebagai mitra untuk mendistribusikan bibit tanaman kepada masyarakat.
“Tak bisa dipungkiri dengan melihat realitas permintaan yang tinggi terhadap tanaman pinang, saya optimis tanaman pinang merupakan salah satu tanaman produktif yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan pinang juga merupakan salah satu komoditi yang bersentuhan langsung pula dengan budaya,” ujar David.
Orang sering mengatakan ada ‘Emas Hitam’ maka pinang bisa dikatakan sebagai ‘Emas Hijau’ yang ada di NTT. Karena tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga bersentuhan langsung dengan peningkatan ekonomi masyarakat, pungkasnya. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata





