NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Gereja (GMIT) Bonamhonis Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang, pada Sabtu (15/Maret/2025) Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) kembali melakukan kegiatan Sabtu Kerja Bersama Masyarakat (Sabtu Keramat) di Tahun 2025 yang dimulai bulan maret.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si bersama pengurus/alumni Dr. Jacqualine Bunga, Yeny Baramata, SP, Thomas Lay, SP, Samuel Dando SP dan Antonia Laa, SP. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung Dasa Cita Ayo Bangun NTT, dari ladang dan laut ke pasar serta kolaborasi bersama, dengan memperkuat sektor hulunya untuk mendukung sektor hilirisasi.
Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan, Praktek Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka, Trichoderma, PGPR, teknologi praktis pengendalian OPT pada tanaman hortikultura, Penyuluhan Peningkatan Kelas Kemampuan kelompok tani, penyerahan bantuan benih jagung dan benih cabai.

Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim menyampaikan bahwa untuk mendukung penerapan biosaka maka Ikadana Faperta memberikan bantuan 1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter serta bantuan benih jagung hibrida dan benih cabai. Kegiatan ini terlaksana melalui koordinasi bersama Ikadana Faperta dengan Pengurus Profesional Sinode GMIT dan Klasis Amarasi Selatan.
Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompok tani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik) berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar kita untuk mendukung peningkatan tanaman menjadi sehat, produktif dan tahan hama/penyakit serta mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usaha tani para petani/kelompok tani.
Lebih lanjut Tim Ikadana Faperta memandu Masyarakat/petani dari 3 kelompok tani yaitu kelompok tani Bonnam Tarba, kelompok tani Kanmo, kelompok tani Ruataum serta para petani yang belum tergabung dalam kelompok tani untuk sama-sama praktek membuat biosaka sampai dengan cara mengaplikasikan pada tanaman serta praktek pembuatan dan penerapan teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman hortikultura.
Kegiatan ini juga sekaligus merupakan kolaborasi dengan program/kegiatan bidang Oikonomia Pengurus Profesional Sinode GMIT dalam mendukung peningkatan lingkungan hidup bagi masyarakat/jemaat.
Hadir bersama dalam kegiatan ini Tim Pengurus Profesional Sinode GMIT dipimpin Pendeta Yulita Zina-Lero, S.Th, didukung Adi Langga, S.Pi, M.Si, LiLy M. Bale, S.Sn, dan Harry Ledoh, S.Pd, serta Klasis Amarasi Selatan Pendeta Papi Zina, S.Th dan Pendeta Matham Niubabi, S.Th, juga memberikan penyuluhan terkait dengan Pengembangan perikanan dan manfaat konsumsi ikan serta memberikan bantuan benih jagung hibrida dan cabai. Harapan dari kegiatan ini dapat mendukung peningkatan produksi jagung dan cabai sebagai komoditas yang dikembangkan di Desa Sahraen sekaligus mendukung program Quick Win Gerakan Beli NTT dan pengembangan OneVillage One Product (OVOP). (**)





