NTT AKTUAL. KUPANG. Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta) menjalin kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan UPP Profesional Sinode GMIT khususnya bidang Oikonomia, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bersama melalui kegiatan penyuluhan Proses pembuatan dan penerapan Elisitor Biosaka, penyerahan 500 anakan mangga serta bantuan benih jagung dan hortikultura, bertempat di Gereja Yegar Sehaduta Desa Oenaek Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, pada Sabtu (07/Desember/2024).
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si sekaligus Ketua Bidang Oikonomia UPP Sinode GMIT, bersama alumni Thomas Lay, SP dan Antonia Laa, SP serta Kepala UPTD Perbenihan TPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Semuel Kefi, SP. M.Si (alumni).
Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka pada tanaman pangan dan hortikultura.

Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim (Antonia Laa dan Thomas Lay) menyampaikan bahwa untuk mendukung penerapan biosaka maka Ikadana Faperta memberikan bantuan 1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter serta bantuan benih jagung komposit (lamuru) dan Hortikultura. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung program/kegiatan Bidang Oikonomia UPP Profesional Sinode GMIT yaitu gerakan peningkatan produktivitas pertanian.
Pada kesempatan ini Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompok tani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik) berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar kita untuk mendukung peningkatan tanaman menjadi sehat, produktif dan tahan hama/penyakit serta mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usaha tani para petani/kelompok tani.
Lebih lanjut Tim Biosaka Ikadana Faperta (Nixon Balukh, Antonia Laa dan Thomas Lay) memandu Masyarakat/petani dari 5 (lima) Gereja untuk sama-sama praktek membuat biosaka sampai dengan cara mengaplikasikan pada tanaman.

Pada momentum kegiatan ini Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Semuel Kefi, SP, M.Si, berkesempatan hadir untuk menyerahkan bantuan 500 anakan kepada Pendeta/Perwakilan Pengurus Gereja Gereja Yegar Sehaduta Oenaek, Gereja Masa Meriba Tuamese, Gereja Tubutuan, Gereja Ei-Roi Batakte dan Gereja Betania Foeneno, masing-masing 100 anakan.
Semi Kefi menyampaikan bahwa bantuan bibit anakan mangga ini merupakan salah satu program/kegiatan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang dibagi gratis kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan produksi hortikultura/mangga serta pemanfaatan pekarangan dan pengembangan kawasan mangga. Ini Tanaman Umur Panjang kurang lebih 4 tahun sehingga diharapkan yang menerima agar menanam dan merawat dengan baik sampai mangga dapat berproduksi. Kegiatan ini juga sekaligus merupakan kolaborasi dengan program/kegiatan bidang Oikonomia UPP Profesional Sinode GMIT dalam mendukung peningkatan lingkungan hidup bagi Masyarakat di 5 (lima) gereja.
Untuk diketahui kegiatan ini terlaksana melalui koordinasi bersama Ikadana Faperta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, UPP Profesional Sinode GMIT serta Gereja Yegar Sehaduta Oenaek, Gereja Masa Meriba Tuamese, Gereja Tubutuan, Gereja Ei-Roi Batakte dan Gereja Betania Foeneno. (**)





