Bentuk Pengabdian, IKADANA FAPERTA Gencar Berikan Penyuluhan Bagi Petani

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kelompok tani Tunas Hijau Baun Desa Teun Baun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang, Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta), kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat periode bulan September 2024 melalui kegiatan Penyuluhan Peningkatan Dinamika Kelas Kemampuan Kelompok tani, PGPR, Trichoderma serta Proses pembuatan dan penerapan Elisitor Biosaka, Sabtu, 07 September 2024.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh dan Alumni Faperta Undana saat foto bersama dengan Kelompok tani di Kecamatan Amarasi Barat, Sabtu 7 September 2024. Dokumentasi : istimewa

Kegiatan ini dipimpin Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si, bersama beberapa alumni antara lain Antonia Laa, SP, Telda Tuames SP, Yanti Snae, SP, M.Si dan Thomas Lay, S.Hut serta Badan Eksekutuif Mahasiswa (BEM)/Mahasiswa Faperta Undana. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan BEM Faperta Undana dan terlaksana melalui koordinasi bersama Ketua Komunitas Pelaku Usaha Mikro (KPUMK),  Apris Adu.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 9 (sembilan) kelompoktani dari 5 Desa/Kelurahan yaitu kelompoktani Tunas Hijau Baun, Kelompok Wanita Tani Maju Bersama, kelompoktani Busamteur (Kelurahan Teunbaun), Kelompok Wanita Tani Kuan Kai Jo’o, kelompoktani Boni Jaya, kelompoktani Kuanfenu (Desa Sobo), kelompoktani Makmur (Desa Toobaun), kelompoktani Wajah Baru (Desa Merbaun) dan kelompoktani Rimbaan (Desa Erbaun) juga didampingi oleh para Penyuluh Pertanian Kecamatan Amarasi Barat yaitu Adventinus K. Langoday, STP, Ilona Kopong, SP dan Bernad Umbu Siwa, A.Md. 

Kegiatan ini juga sekaligus untuk MERAYAKAN HUT FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA (Faperta Undana) yang ke-42 (07 September 1982-2024) yang sampai dengan periode wisuda September 2024 Faperta Undana telah menghasilkan 5.785 alumni dan telah berkontribusi nyata dalam berbagai bidang dan wilayah Nusantara bahkan di luar negeri.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani, PGPR dan Trichoderma serta Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka. 

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh saat memberikan penyuluhan kepada kelompok tani di Kecamatan Amarasi Barat, Sabtu 7 September 2024. Dokumentasi : istimewa

“Kami fokuskan pada kelompok tani kelas pemula dan kelas lanjut serta lahan-lahan petani/kelompok tani yang sudah ada pertanaman sehingga setelah praktek cara pembuatannya langsung diaplikasi pada lahan petani/kelompok tani dan akan dilanjutkan oleh para petani/kelompok tani,” ujarnya.

Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim (Telda Tuames dan Yanti Snae)  menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompok tani maka materi penyuluhan yang disampaikan difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap kelompok tani sebagai organisasi, fungsi kelompok tani (sebagai unit usaha, kelas belajar dan wahana Kerja sama) serta peningkatan kemampuan/kompetensi (aspek kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasikan, kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok)  untuk kelas kemampuan kelompok tani pemula menjadi kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama.

Sedangkan untuk mendukung penerapan biosaka maka Ikadana Faperta memberikan bantuan 1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter, bantuan benih hortikultura, PGPR, Trichoderma serta membagikan leaflet biosaka dan leaflet kelompok tani. 

Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompok tani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik) berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar kita untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usaha tani para petani/kelompok tani. 

Tim Biosaka, PGPR dan Trichoderma Ikadana Faperta (Antonia Laa dan Thoma Lay) dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Elisitor Biosaka ini merupakan signal gelombang energi dan molekul yang memacu terbentuknya metabolit sekunder di dalam kultur sel atau zat kimia organik dari tumbuhan sehat yang apabila disemprotkan pada tanaman akan memberikan suatu sinyal atau mempengaruhi agar tanaman lebih mengaktifkan genetik untuk menghasilkan suatu yang baik bagi tanaman. 

Lebih Lanjut secara teknis Tim Biosaka Ikadana Faperta memberikan penjelasan dan praktek bersama mulai dari cara memilih bahan tumbuhannya, cara membuat/meremas bahan biosaka, cara mengukur dan memastikan biosaka yang dibuat berhasil sampai dengan cara melakukan penyemprotan pada tanaman hortikultura, yang didukung proses pada setiap tahapan oleh  semua Tim Alumni Ikadana Faperta dan mahasiswa yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Untuk diketahui Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta) selain melakukan kegiatan penyuluhan di Kecamatan Amarasi Barat, juga aktif memberikan penyuluhan di berbagai wilayah lainnya. (*)

Pos terkait